Pertamina Punya Proyek Penangkapan Karbon di 2 Lapangan Migas

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
08 November 2021 11:40
Dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) telah memiliki dua proyek penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture, Utilization and Storage/ CCUS) yakni di Lapangan Gundih, Blok Cepu, Jawa Tengah dan juga Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur.

Untuk proyek penangkapan karbon di Lapangan Gundih ditargetkan bisa beroperasi pada 2025, sementara Lapangan Sukowati ditargetkan baru akan beroperasi pada 2030.

Hal tersebut disampaikan oleh Daniel S Purba, Senior Vice President Corporate Strategic Growth PT Pertamina (Persero).


Dalam mengembangkan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) ini, pihak Pertamina telah melakukan kerja sama dengan ExxonMobil Indonesia.

"Yang kita kerjasamakan studi di dua lapangan di Gundih, Cepu, Jateng dan Sukowati di Bojonegoro, Jatim sekarang masih studi dengan kerja sama dengan Exxon," paparnya dalam program Energy Corner Squawkbox CNBC Indonesia, Senin (08/11/2021).

Menurutnya, dengan kerja sama ini, Pertamina akan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman dari Exxon yang pernah dikerjakan di lapangan lainnya dan bisa diterapkan di dua lapangan ini.

"Kami harap Gundih bisa operasikan gak lama lagi 2025 akhir dan Sukowati masih lama 2030," ungkapnya.

Tidak hanya di dua lapangan ini, pihaknya juga akan melakukan studi di beberapa lapangan lainnya yang berada di Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah. Pihaknya akan mengkaji reservoir agar bisa diinjeksikan dan manfaatkan emisi CO2 yang keluar.

"Reservoir kita lihat kaji supaya bisa menginjeksikan dan memanfaatkan CO2 emission yang keluar tambah cadangan minyak dan gas," lanjutnya.

Terkait perkiraan nilai investasi untuk proyek CCUS berikutnya dengan ExxonMobil ini, dirinya mengakui belum bisa menyampaikannya karena masih dalam proses kajian.

Sementara untuk dua lapangan Gundih dan Sukowati, menurutnya membutuhkan belanja modal (Capex) sebesar US$ 0,5 miliar untuk penerapan teknologi penangkapan karbon ini.

"Kita harus bangun pipa sekitar cukup panjang, 4 km bawa gas ke reservoir yang kita injeksikan dan Sukowati bahkan cukup jauh dari JTB 30 km pipa. Dua proyek ini kita estimasikan kebutuhan investasinya US$ 500 juta di luar biasa operasi selama operasi CCUS," paparnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) dan ExxonMobil sepakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan teknologi rendah karbon untuk mencapai target netral karbon (net zero emission) pada 2060 atau lebih awal, melalui pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization and Storage (CCUS).

Kerja sama ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President ExxonMobil Indonesia Irtiza H. Sayyed pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Glasgow, Skotlandia, Senin (01/11/2021).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, dalam kaitan pengurangan emisi, di sektor hulu, Pertamina telah menginisiasi beberapa proyek CCUS pada lapangan migas dengan potensi pengurangan karbon dioksida hingga 18 juta ton.

Salah satu pengembangan teknologi CCUS Pertamina dilakukan di Lapangan Gundih, Cepu, Jawa Tengah yang terintegrasi dengan teknologi Enhanced Gas Recovery (EGR) dan berpotensi mengurangi sekitar 3 juta ton CO2 dalam 10 tahun dan meningkatkan produksi migas.

"Penerapan teknologi CCUS merupakan bagian dari agenda transisi energi menuju energi bersih yang tengah dijalankan Pertamina. Teknologi rendah karbon ini akan mendukung keberlanjutan bisnis Pertamina di masa depan," tutur Nicke.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Begini Cara Industri Migas Kurangi Emisi Karbon


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading