Internasional

Ngeri! Covid-19 Eropa Meledak Padahal "Kaya" Vaksin, Ada Apa?

News - sef, CNBC Indonesia
05 November 2021 06:31
People walk through Cardiff city centre, Sunday Dec. 20, 2020. In Wales, authorities said they decided to move up a lockdown planned for after Christmas and people must stay at home from 12:01 a.m. Sunday. The move will largely scrap Christmas gatherings in line with the rules for southern England. (Ben Birchall/PA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Covid-19 di Eropa terus mengalami kenaikan. Bahkan kasus meningkat 55% dalam empat minggu terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya kebangkitan yang mengkhawatirkan. Eropa, bahkan dikatakan lembaga PBB itu, sekali lagi "menjadi episentrum pandemi".


Hal ini setidaknya diutarakan pejabat WHO, Dr Hans Kluge. Direktur regional WHO untuk Eropa, yang terdiri dari 53 negara Eropa dan Asia Tengah, mengatakan kasus harian baru di rata-rata negara anggota mendekati level rekor.

"Hari ini setiap negara di Eropa dan Asia Tengah menghadapi ancaman nyata kebangkitan Covid-19 atau sudah (di fase) memeranginya. Kecepatan (penularan Covid-19) saat ini di 53 negara sangat memprihatinkan," katanya dalam konferensi pers, Kamis (4/11/2021) sore waktu setempat.

Pekan lalu, WHO mencatat ada 1,8 juta kasus baru dan 24.000 kematian yang dilaporakn. Kasus meningkat 6% dan kematian naik 12%, jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

"Wilayah ini menyumbang 59% dari semua kasus secara global dan 48% kematian yang dilaporakn minggu lalu," katanya lagi.

Ia mengatakan jika tren ini tak bisa dikendalikan, diyakini pada Februari 2022, akan ada 500.000 kematian terkait Covid-19 di kawasan itu. Bakal ada 43 negara di kawasan yang menghadapi tekanan tinggi hingga ekstrem terkait ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

"Kita harus mengubah taktik kita dan bereaksi atas lonjakan kasus ini. Mencegahnya sejak awal," tegasnya lagi.

Ia pun menyatakan apa yang menjadi penyebab kasus menjadi tinggi di Eropa. Padahal, wilayah itu termasuk "kaya" vaksin Covid-19.

Menurutnya ini terkait cakupan vaksin yang tidak memadai dan pelonggaran pembatasan sosial. Selain itu mutasi baru varian Delta juga sebab lainnya.

Di sisi lainnya, kampanye vaksin sangat lambat termasuk booster. Awal musim dingin juga jadi biang keladi lain, di mana virus lebih mudah menyebar ke banyak orang yang berkumpul di dalam ruangan.

Beberapa negara dengan kenaikan Signifikan adalah Inggris. Negara itu mencatat infeksi harian 40.000 hingga 50.000 dalam beberapa hari terakhir. Lalu Eropa tengah dan Rusia.

Meski begitu WHO juga mencatat kenaikan kasus di Prancis dan Jerman. Prancis melaporkan 10.050 kasus Covid-19 harian baru, merupakan pertama kalinya perhitungan menembus 10.00 sejak 14 September 2021.

Jerman juga melaporkan 34.000 kasus infeksi baru kemarin. Ini memecahkan rekor Desember 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid Eropa Meledak Meski 'Banjir' Vaksin, Ini Biang Keroknya


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading