Covid-19 Varian Delta Plus Bikin Cemas, Lebih Cepat Menular?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
04 November 2021 16:28
Infografis/Varian Delta  Disebut ‘Beranak’ hingga 24 Jenis, Menkes tak mau kebobolan/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah varian Covid-19 muncul di dunia termasuk Delta Plus. Efeknya cukup sama dengan varian Delta yang ada sebelumnya yakni memiliki reproduktif number lebih tinggi dari varian lain.

"Antara 6-8, satu kasus menularkan pada 6-8 orang dan bisa menyebar dengan cepat," kata Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane dalam dialog secara online, di kanal Youtube FMB 9, Kamis (4/11/2021).

Dia menambahkan bahkan varian Delta Plus bisa menularkan tidak harus menunggu masa inkubasi. Sebagai informasi inkubasi virus biasanya terjadi 2-14 hari.


Pada orang terinfeksi bisa langsung menularkan pada orang lain. Dengan begitu Delta Plus punya karakteristik menularkan lebih cepat dan banyak.

"Kalau masa inkubasi 2-14 hari dia baru terinfeksi bisa langsung menularkan, tidak harus menunggu 2 hari, terinfeksi bisa menularkan. menularkan lebih cepat dan banyak," ungkap.

Masdalina mengatakan Delta Plus sudah ada di Indonesia. Namun varian yang menjadi perhatian adalah varian AY 4.2 belum ditemukan di Indonesia dan berharap tidak masuk ke dalam negeri.

Menurutnya mutasi pada Covid-19 sudah berlangsung lama. Perlu upaya agar varian-varian tersebut tak tersebar antar negara.

Salah satunya dengan melakukan penjagaan pada pintu masuk dengan tiga kali testing. Yakni dari negara asal, dan dua tes dilakukan di Indonesia dengan melakukan karantina diantara pengujian.

Ada beberapa negara memang yang sudah melonggarkan karantina. Penyebabnya, Masdalina menjelaskan karena proses vaksinasi sudah berlangsung baik.

Pihak CDC di Amerika Serikat (AS) memberikan rekomendasi karantina dapat diredukasi pada kasus konfirmasi tanpa gejala. Namun tetap melakukan monitor selama 14 hari.

"Disamping pemerintah memperbanyak sequencing pelaku perjalanan terutama negara terinfeksi berat, Singapura, Inggris, sebagian Eropa termasuk Rusia wilayah yang mendapatkan perlakuan khusus," jelas Masdalina.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading