Internasional

Eropa 'Kaya' Vaksin Tapi Covidnya Meledak, Ini Biang Keroknya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 November 2021 16:30
Christmas lightings are pictured where the Christmas market usually takes place, Friday, Nov.27, 2020 in Strasbourg, eastern France. Due to the COVID-19 pandemic, the well-known festive market will not be taking place this year. (AP Photo/Jean-Francois Badias)

Jakarta, CNBC Indonesia - Eropa mencatat kenaikan 55% dalam kasus Covid-19 selama empat minggu terakhir. Padahal blok tersebut memiliki ketersediaan vaksin yang cukup banyak.

WHO menyebutnya hal ini sebagai "kebangkitan yang mengkhawatirkan". Eropa, bahkan dikatakan lembaga PBB itu, sekali lagi menjadi "episentrum pandemi".


Direktur Darurat WHO Mike Ryan membeberkan biang keladinya. Menurutnya beberapa negara Eropa memiliki cakupan vaksinasi yang kurang optimal meskipun tersedia banyak dosis.

"Ini adalah peringatan bagi dunia untuk melihat apa yang terjadi di Eropa meskipun tersedia (banyak) vaksinasi," kata Ryan dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Jumat (5/11/2021).

Sementara Direktur regional WHO untuk Eropa Dr Hans Kluge, mengatakan kasus harian baru mendekati level rekor. Ini terjadi di rata-rata 53 yang tergabung.

"Hari ini setiap negara di Eropa dan Asia Tengah menghadapi ancaman nyata kebangkitan Covid-19 atau sudah (di fase) memeranginya. Kecepatan (penularan Covid-19) saat ini di 53 negara sangat memprihatinkan," katanya dalam konferensi pers, Kamis (4/11/2021).

Pekan lalu, WHO mencatat ada 1,8 juta kasus baru dan 24.000 kematian yang dilaporkan. Kasus meningkat 6% dan kematian naik 12%, jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

"Wilayah ini menyumbang 59% dari semua kasus secara global dan 48% kematian yang dilaporkan minggu lalu," katanya lagi.

Ia mengatakan jika tren ini tak bisa dikendalikan, diyakini pada Februari 2022, akan ada 500.000 kematian terkait Covid-19 di kawasan itu. Bakal ada 43 negara di kawasan yang menghadapi tekanan tinggi hingga ekstrim terkait ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

Menurutnya, penyebab kenaikan antara lain kampanye vaksin di Eropa sangat lambat termasuk booster. Awal musim dingin juga jadi biang keladi lain, di mana virus lebih mudah menyebar ke banyak orang yang berkumpul di dalam ruangan.

Meski vaksinasi belum maksimal, pelonggaran pembatasan sosial sudah dilakukan. Selain itu mutasi baru varian Delta juga sebab lainnya.

Beberapa negara dengan kenaikan Signifikan adalah Inggris. Negara itu mencatat infeksi harian 40.000 hingga 50.000 dalam beberapa hari terakhir. Lalu Eropa tengah dan Rusia.

Meski begitu WHO juga mencatat kenaikan kasus di Prancis dan Jerman. Prancis melaporkan 10.050 kasus Covid-19 harian baru, tertinggi sejak 14 September 2021 sementara Jerman juga melaporkan 34.000 kasus infeksi baru kemarin, memecahkan rekor Desember 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Covid-19 Eropa Meledak Padahal "Kaya" Vaksin, Ada Apa?


(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading