Gawatnya 'Tsunami' Covid-19 Rusia, Rumah Sakit Sekarat

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
24 October 2021 06:00
Lonjakan kasus covid-19 di Rusia. (AP/Roman Yarovitcyn)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Rusia kini memang tengah mengalami lonjakan. Imbasnya, tenaga medis pun kewalahan menghadapi "ledakan" kasus Covid-19 ini. Ranjang di unit perawatan intensif di rumah sakit Siberia ini jarang kosong dalam waktu lama. Dokter di Rumah Sakit No. 2 di kota Biysk, Rusia ini harus mengatasi lonjakan pasien virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya, banyak di antaranya tidak divaksinasi.

Dokter di rumah sakit harus bekerja hingga tiga shift 24 jam berturut-turut. Pekerjaannya jauh lebih sulit daripada selama gelombang pertama pandemi tahun lalu, kata Wakil Kepala Dokter Olga Kaurova, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/10/2021).

"Tahun lalu kami mempertahankan jumlah pasien 23-24 orang. Hari ini kami memiliki 65 orang dalam perawatan intensif," kata Kaurova kepada Tolk Channel, outlet media lokal, Rabu lalu.


"Sebagian besar pasien kami di ICU tidak divaksinasi," imbuhnya.

Pasien yang lebih muda juga lebih sering dirawat, katanya, mengutip kasus baru-baru ini tentang seorang wanita berusia 19 tahun yang sekarat.

Dengan populasi lebih dari 200.000, dan terletak 3.000 km (1.864 mil) di tenggara Moskow, Biysk telah menjadi titik panas kasus Covid-19 di wilayah Altai Krai selama lonjakan nasional dalam kasus baru dan jumlah kematian.

Rusia mencapai rekor jumlah korban untuk hari kelima berturut-turut pada hari Sabtu, dengan 1.075 kematian, dan negara itu bersiap untuk melakukan penguncian nasional pada akhir bulan ini.

Berdasarkan data Worldometers, Sabtu (24/10/2021), tambahan kasus Covid-19 di Rusia mencapai 37.678 kasus, sehingga total kasus Covid-19 di Rusia sejak awal pandemi tercatat mencapai 8.205.983 kasus. Adapun jumlah tambahan kasus kemarin meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebesar 37.141 kasus.

"Ada kesulitan besar dengan staf. Beberapa orang datang dan tidak bisa mengatasi beban kerja yang sangat besar di sini," kata Kepala Dokter Rumah Sakit, Aleksei Karhaukhov.

"Mereka yang tetap bekerja dengan kapasitas penuh mereka, tanpa belas kasihan pada diri mereka sendiri," lanjutnya.

Meskipun mengembangkan vaksin Covid-19 sendiri di awal pandemi, yakni Vaksin Sputnik V, Rusia telah memvaksinasi hanya sekitar sepertiga dari populasinya, salah satu tingkat terendah di Eropa, karena ketidakpercayaan warga terhadap pihak berwenang dan produk medis baru.

Pekan lalu, otoritas Biysk melaporkan peningkatan tajam dalam infeksi virus corona. Media lokal melaporkan bahwa kamar mayat tambahan harus dibuka dan kantor walikota berusaha memperluas wilayah pemakaman lokal.

Pemerintah daerah di Altai Krai telah menetapkan target untuk memvaksinasi setidaknya setengah dari 2,2 juta penduduk, tetapi sejauh ini hanya 700.000 orang yang telah menerima dua dosis.

Di dalam rumah sakit, rekaman minggu ini menunjukkan pasien berbaring di tempat tidur yang terhubung ke oksigen. Satu menerima pijat punggung dari dokter yang bertujuan untuk mencegah kerusakan paru-paru lebih lanjut.

"Baru sampai pada titik ini orang mulai mengerti bahwa mereka harus selalu memakai sarung tangan, mengganti masker dan menjaga jarak 1,5 meter bahkan di jalan," kata seorang pasien, berbicara dari ranjang rumah sakit sambil mengenakan masker oksigen.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading