Tekstil & Semen Teriak Batu Bara Nanjak, Ini Jurus Pemerintah

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
22 October 2021 20:35
eskcavator dan batu bara

Jakarta, CNBC Indonesia - Meroketnya harga batu bara memberikan efek buruk pada industri semen dan tekstil, karena membuat biaya produksi meningkat. Pemerintah mulai melakukan langkah mitigasi untuk menyelesaikan masalah itu.

Direktur Industri Semen, Keramik & Pengolahan Bahan Galian Non Logam Kemenperin, Ignatius Warsito mengatakan pemerintah sudah mengerti apa yang menjadi permasalahan industri akibat dari naiknya harga batu bara. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian ESDM untuk mengamankan pasokan untuk industri.

"Kami berharap ada kepastian dari pasokan dan harga untuk rekan industri prioritas kita. Yang makin berat mereka bisa bertahan dalam enam bulan ke depan," katanya dalam Evening Up CNBC Indonesia, Jumat (22/10/2021).


Dia mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama melakukan pengetatan Domestik Market Obligation (DMO) kepada industri dalam negeri. Artinya pasokan untuk industri yang lahap energi ini juga mendapatkan relaksasi terhadap lonjakan harga batu bara.

Kedua, untuk jangka menengah panjang harus membuat strategi optimalisasi dari energi batu bara. Supaya dapat mendukung daya saing industri yang menggunakan komoditas ini.

"Kita sudah lakukan rakor dengan teman industri, ini sejalan dengan yang kami lakukan untuk ada kepastian harga terhadap pasokan batu bara untuk industri. Jadi kita mengutamakan DMO ini dipenuhi sebelum ekspor oleh produsen batu bara," jelasnya.

Pihaknya sadar langkah ini harus cepat dilakukan. Kepastian pasokan menjadi kunci untuk menjaga industri supaya tidak tumbang.

"Krisis energi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Makanya bahan baku impor pun naik. Ini gimana menjaga produktivitas terhadap industri. Saya pikir ini butuh langsung dan kita lakukan koordinasi dan langkah kebijakan dalam waktu dekat ini," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading