Internasional

WHO Borong 'Obat Kuat' Terapi Covid-19, Pertanda Apa Nih?

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
21 October 2021 07:20
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - WHO berencana membeli pil obat Covid-19 yang baru-baru ini dibuat dan dikembangkan oleh Merck. Badan PBB itu disebut-sebut akan membelinya seharga US4 10 (Rp 140.000) per pil.

Langkah ini untuk memastikan negara-negara miskin mendapatkan akses yang adil termasuk vaksin hingga obat antivirus. Selama ini banyak negara miskin terpinggirkan untuk mendapatkan akses obat hingga vaksin Covid-19.


Sebagaimana diwartakan Reuters, hal ini terbongkar dari sebuah dokumen yang menguraikan tujuan Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) hingga September tahun depan. Obat bernama Molnupiravir itu rencananya akan disalurkan untuk mengobati 120 juta pasien secara global.

"Dokumen ACT-A mengharapkan untuk membayar US$ 10 dolar per kursus untuk antivirus oral baru untuk pasien ringan/sedang," tulis dokumen itu dikutip Kamis (21/10/2021).

Harga ini sendiri cukup rendah dibandingkan dengan US$ 700 per pil (Rp 9,8 juta) yang telah disetujui Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam disebut telah membayar 1,7 juta pil perawatan.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh universitas Harvard memperkirakan bahwa molnupiravir dapat berharga sekitar US$ 20 (Rp 280 ribu) jika diproduksi oleh pembuat obat generik.

Bila produksi dioptimalkan, harga tersebut bahkan yang berpotensi turun menjadi US$ 7,7 (Rp 108 ribu). Sejauh ini, Merck memiliki kesepakatan lisensi dengan delapan pembuat obat generik India.

Molnupiravir diketahui efektif memangkas tingkat rawat inap dan kematian hingga 50% dalam uji coba terbaru. Klaim tersebut telah dipuji oleh para ahli sebagai salah satu terobosan potensial tentang bagaimana virus corona kini dapat diobati.

Meski belum mendapatkan izin edar, banyak negara sudah mulai mengamankan pasokan obat ini untuk penanganan pandeminya. Rata-rata merupakan negara tetangga dan juga negara yang cukup dekat dengan RI seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Thailand.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading