Masyarakat Diminta Disiplin Prokes Saat Rayakan Maulid Nabi

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
19 October 2021 17:09
Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam konferensi pers virtual dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (06/07/2020). - (Indra Kusuma)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pada perayaan Maulid Nabi. Johnny memastikan pemerintah tidak melarang perayaan ataupun menikmati hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, namun meminta untuk tetap waspada dan jika memungkinkan mengurangi mobilitas.

"Pandemi belum usai, disiplin protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan demi mencegah peningkatan kasus Covid-19 di kemudian hari jangan sampai terjadi gelombang pandemi Covid-19 selanjutnya," ujar Johnny, Selasa (19/10/2021).

Dia meminta masyarakat menaati SE Menteri Agama No. 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan (PHBK). Di antaranya diatur bahwa PHBK pada daerah Level 2 dan Level 1 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan prokes ketat.


Sementara itu, PHBK pada daerah Level 4 dan Level 3 dianjurkan dilaksanakan secara virtual/daring. Penyelenggara dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi.

"Pemerintah melarang pawai/arak-arakan dalam rangka PHBK yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar," ujarnya.

Johnny mengharapkan pemerintah daerah dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di daerahnya masing-masing. Aparat TNI/Polri juga diminta ikut membantu pemerintah daerah untuk mengawasi kegiatan masyarakat.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setiap kali terjadi kenaikan mobilitas masyarakat akan selalu disertai peningkatan kasus Covid-19. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terulang. Johnny mengingatkan bahwa kelengahan sekecil apapun bisa membuat peningkatan kasus di beberapa minggu ke depan.

Menurutnya, momentum penurunan kasus dan peningkatan vaksinasi harus dijaga. Hal ini mengingat sejumlah negara tetap bisa mengalami kenaikan kasus, meski tingkat vaksinasi sudah tinggi.

"Sikap abai terhadap protokol kesehatan dan perspektif salah dengan menganggap vaksinasi akan membuat kebal dari Covid-19 harus dihindari oleh kita semua. Mari meminimalisasi peluang penularan Covid-19 sebesar-besarnya," pungkas Johnny.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading