Ada Ramalan Sepeda Lipat Brompton Booming Lagi, Cek di Sini!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 October 2021 13:15
Pekerja memeriksa sepeda lipat brompton yang dijual di SpinWarriors, Tangerang Selatan, Kamis (15/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto))

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan komunitas sepeda Brompton meyakini tren gowes akan kembali booming meski tak sebesar tahun lalu. Penyebabnya karena Brompton sudah makin dikenal dan sudah tidak asing bagi konsumen di Indonesia. Apalagi, jika pertumbuhan ekonomi bisa semakin baik yang membuat daya beli masyarakat juga menanjak.

"Saya optimistis nanti setelah normal, dimana penerbangan sudah buka normal lagi itu pasti, optimistis naik Brompton. Karena yang paling enak buat dibawa cuma Brompton, pakai koper masukin beres, kalau road bike dibawa keluar ribet harus bongkar-bongkar," kata Wakil Ketua Umum komunitas Brompton of Alam Sutera Serpong (BOAS) Cleorado Cordelius Ferdinando kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (19/10).

Hype sepeda lipat asal Inggris ini sudah terjadi pada tahun lalu, dimana kala itu banyak penggemar dadakan lahir. Seiring menurunnya tren, permintaan untuk sepeda juga turun dan harga pun drop. Namun, Cleorado mengakui tren gowes sebesar tahun lalu kembali terjadi. Pasalnya, tahun lalu memang sudah menjadi puncak tertinggi.


"Kalau kayak tahun kemarin nggak, cuma pasti booming lagi karena orang kan sekarang gowes sudah jadi gaya hidup dibanding dulu. Mungkin nanti setelah penerbangan luar negeri bisa open secara normal, banyak banget yang bawa sepeda, misal dari dari Jakarta ke Bali bisa," ujar Cleorado.

"Kami (komunitas) juga sudah janjian kalau sudah normal gowes kemana-mana, kemarin Singapura yang dekat aja, itu 2019 rame-rame. Memang banyak rencana, ke UK (United Kingdom) 2020 batal, mungkin setelah normal baru berangkat," lanjutnya.

Di sisi lain, meningkatnya tren gowes memang membawa berkah bagi sebagian kalangan penggemar Brompton. Banyak anggota komunitas yang meraup cuan karena menjual sepeda koleksinya dengan harga tinggi. Padahal, saat membeli di harga awal nilainya berkali-kali lipat lebih murah.

Sebagai contoh, dengan modal awal Rp 40 juta, Brompton Gold edition berhasil dijual dengan harga sampai Rp 150 juta. Kemudian Brompton CHPT3, beli baru harga Rp 50 juta dijual Rp 135 juta. Namun, Cleorado menyebut cuan itu sebagai peluang di momen tertentu, bukan tujuan utama.

"Kita goweser utamanya nggak nyari cuan, kita pake buat gowes, tapi kalau nanti ada momen kenapa nggak," sebut Cleorado.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading