Dulu Brompton Ini Rp150 Juta, Kini Setengah Hargapun Tak Laku

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 October 2021 11:07
Pekerja memeriksa sepeda lipat brompton yang dijual di SpinWarriors, Tangerang Selatan, Kamis (15/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto))

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Brompton kini anjlok. Berbeda dengan tahun lalu di mana harganya naik karena permintaan tinggi, kini harganya turun karena permintaan sudah sedikit.

Wakil Ketua Umum Komunitas Brompton of Alam Sutera Serpong (BOAS) Cleorado Cordelius Ferdinando mengungkapkan bahwa sepeda yang tahun lalu dibanderol ratusan juta, kini hanya setengahnya.


"Spin Warrior kan agen Brompton, di QBIG BSD, dia masih punya satu, nawarin saya Brompton CHPT 3 Rp 75 juta versi 3 yang rilis tahun lalu, itu sempet tembus Rp 150 juta untuk sepeda baru di tahun lalu. Sekarang tinggal Rp 75 juta, harga normal kurs pounds sekitar hampir Rp 50 juta tapi mungkin masuk pajak sekian-sekian jadi Rp 75 juta sama keuntungan toko," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/10/21).

Padahal sepeda CHPT 3 tahun lalu menjadi buruan karena dinilai menjadi ras tertinggi di Brompton, di mana penggunanya kerap dianggap sebagai 'sultan' dibandingkan jenis lain. Hal tersebut juga terjadi pada jenis sepeda lain.

"Yang naik drastis Gold edition, dia bikin limited ada angkanya, jumlah 1.000 unit, kemarin sempet yang punya nomor hoki, misal 888 tembus Rp 150 juta nah itu anak komunitas BOAS banyak yang pegang. Gold kemarin sempet paling murah Rp 100 juta atau Rp 110 juta paling murah, dia beli Rp 40 juta," kata Cleorado.

Artinya, kenaikan harga sepeda tersebut mencapai 3-4 x lipat dibandingkan harga beli. Namun, memang beratnya terasa lebih dibanding sepeda jenis lain, yakni mencapai 20 Kg. Padahal, sepeda Brompton lain di kisaran belasan Kg.

"Rp 40 juta aja dulu ngga ada yang mau karena berat, dia kalau dulu ditawarin males aja, ada yang disimpan buat koleksi," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading