China Diam-Diam Uji Coba Rudal Hipersonik, Amerika Terkejut!

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 October 2021 17:00
This photo provided by the North Korean government Thursday, Sept. 16, 2021, shows a test missile launched from a train on Sept. 15, 2021, in an undisclosed location of North Korea. North Korea says it succeeded in launching ballistic missiles from a train for the first time in part of continuing efforts to bolster its “war deterrence,” a day after the two Koreas tested-fired missiles hours apart. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Menurut sebuah laporan, China memiliki kemampuan baru di bidang militer. Negara itu disebut baru saja menguji coba rudal hipersonik ke antariksa.

Laporan dari Financial Times menyebutkan Beijing menguji coba rudal dengan kemampuan nuklir mengelilingi Bumi di orbit rendah Bumi. Setelah itu, rudal turun ke sasaran dan diungkapkan tiga sumber meleset lebih dari 32 kilometer.

Uji coba itu dilakukan pada Agustus lalu dengan rudal menumpang roket Long March. Namun peluncuran yang biasanya diumumkan ternyata dirahasiakan, dikutip dari Straits Times, Minggu (17/10/2021).


Straits Times menuliskan kemajuan China pada senjata hipersonik itu membuat intelijen Amerika Serikat (AS) terkejut. Meski begitu, juru bicara Pentagon, John Kirby menolak mengomentari laporan tersebut secara spesifik.

Namun dia menambahkan jika pihaknya khawatir soal China yang mengejar kemampuan di bidang militer. "Kemampuan yang hanya meningkatkan ketegangan antar wilayah dan sekitarnya. Ini satu alasan kenapa kami menganggap China sebagai penantang nomor satu".

Berdasarkan laporan terbaru US Congressional Research Service, China diketahui mengembangkan teknologi untuk bertahan melawan AS dalam teknologi hipersonik dan lainnya.

Tes yang dilakukan tersebut datang saat hubungan AS-China sednag memburuk. Beijing juga diketahui meningkatkan aktivitas militernya di dekat Taiwan.

Sebagai informasi bukan hanya China yang diketahui mengerjakan teknologi hipersonik. Ada AS serta Rusia dan setidaknya lima negara lain yang melakukan hal serupa.

Laman Straits Times menuliskan rudal hipersonik seperti rudal balistik. Ini bisa mengirimkan senjata nuklir, dapat terbang berkecepatan lima kali dari kecepatan suara.

Perbedaannya rudal balistik terbang ke angkasa seperti busur untuk mencapai target. Sedangkan rudal hipersonik terbang dengan lintasan rendah di atmosfer dan berpotensi mencapai target dengan lebih cepat.

Rudal hipersonik disebut lebih sulit dilacak dan dipertahankan. Sebab bisa bermanuver layaknya rudal jelajah.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading