Sedikit Keraguan Jokowi Setelah RI Caplok Freeport & Rokan

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 October 2021 11:35
Pengarahan Presiden Joko Widodo pada Peserta PPSA XXIII dan PPRA LXII Tahun 2021 LKNRI, 13 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap sederet alasan pemerintah begitu gencar mengakuisisi kepemilikan perusahaan asing dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta PPSA XXIII 2021 LNKRI di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Kita harus jamin peningkatan nilai tambah yang maksimal untuk kepentingan nasional, kepentingan dalam negeri, dan rakyat kita," kata Jokowi, Rabu (13/10/2021).


Jokowi menceritakan, dua tahun lalu pemerintah mengakuisisi kepemilikan saham Freeport McMoRan di PT Freeport Indonesia. Jika dulu Indonesia hanya memiliki 9% saham, kini memegang 51% mayoritas saham.

"Kemudian Blok Mahakam, yang sudah 43 tahun dikelola oleh Total dari Prancis, kita ambil alih dan kita berikan kepada Pertamina 100%," jelasnya.

Terakhir, adalah Blok Rokan yang sebelumnya dikelola oleh Chevron, perusahaan migas internasional selama 97 tahun. Blok tersebut berhasil kembali direbut oleh Indonesia.

"Ini sudah kita berikan juga 100% kepada Pertamina," katanya.

Jokowi mengakui pengambilalihan memang sudah dilakukan. Namun, tantangannya adalah apakah Indonesia bisa mendulang kesuksesan pasca akuisisi tersebut.

"Sekarang kita melihat bahwa kita bisa tidak melanjutkan meningkatkan produksi yang kita ambil alih ini. Ini yang masih menjadi pertanyaan. Kita akan lihat satu tahun dua tahun, mampukah kita," jelasnya


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Kita Punya Tambang, Tapi yang Nikmatin Spanyol-Jepang


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading