Jokowi Ungkap 'Harta Karun' RI Ini Dinikmati Asing

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 October 2021 08:40
Presiden Joko Widodo Saat Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia, KEK Gresik, 12 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung pentingnya hilirisasi atau pengolahan komoditas tambang di dalam negeri. Tujuannya, agar nilai tambah ada di negara ini, bukan malah dinikmati negara lain.

Hal tersebut diungkapkannya saat menyaksikan groundbreaking smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik, Jawa Timur, kemarin, Selasa (12/10/2021).

Dia menyebut, selama ini tembaga ditambang dari Indonesia, tapi sayangnya kebanyakan konsentrat tembaganya masih diolah di luar negeri, seperti di Spanyol dan Jepang.


Padahal, lanjutnya, Indonesia merupakan pemilik cadangan tembaga terbesar ketujuh di dunia, tapi sayangnya nilai tambah dari tembaga ini malah dinikmati negara lain.

"Jangan sampai kita memiliki tambang, konsentrat, smelter hilirisasi ada di negara lain, ada di Spanyol, Jepang, nilai tambahnya yang menikmati mereka," tuturnya dalam acara "Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia" di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

Oleh karena itu, dengan alasan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia dan nilai tambah yang berkali lipat ini lah, maka pihaknya meminta PT Freeport Indonesia untuk membangun smelter tembaga di KEK Gresik, Jawa Timur.

"Inilah kenapa smelter PT Freeport ini dibangun di dalam negeri, yaitu di Gresik, Jawa Timur," ujarnya.

"Karena itu, pemerintah menilai ini kebijakan strategis, terkait industri tambang tembaga setelah kita menguasai 51% saham Freeport, dan saat itu juga kita mendorong agar Freepot membangun smelter di dalam negeri. Karena kita ingin nilai tambah ada di sini," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga bahkan menyebut selama 40 tahun belakangan ini tembaga ini dinikmati negara asing sekitar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 29 triliun per tahun. Bila diakumulasikan selama 40 tahun, artinya ribuan triliun telah dinikmati negara lain.

"Jadi bayangkan selama 40 tahun, yang US$ 2 miliar (sekitar Rp 29 triliun per tahun) itu rata-rata dinikmati negara lain, apakah 70% ke Spanyol, maupun ke Jepang," jelasnya dalam acara yang sama.

"Nilai copper sekarang lagi supercycle US$ 9.400 per ton. Jadi investasi Rp 42 triliun atau US$ 3,5 miliar, revenue hanya dari copper saja itu US$ 5,4 miliar," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, smelter tembaga di Gresik ini juga akan memiliki fasilitas hilirisasi tambahan pemurnian logam berharga (precious metal refinery) dengan nilai investasi mencapai US$ 200 juta. Sementara itu, saat ini harga emas berada di sekitar US$ 1.700 per troy ounce.

"Kalau produksi [emas] 35 ton, nilainya US$ 1,8 miliar dolar. Jika produksinya 50 ton, itu sampai US$ 2,7 miliar," katanya.

Adapun smelter pengolahan konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga milik PT Freeport Indonesia ini berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga dengan produk sebesar 600 ribu ton katoda tembaga.

Proyek smelter baru ini disebut mencapai Rp 42 triliun dan ditargetkan bisa tuntas pada 2023-2024 mendatang.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading