Internasional

Mengenal Virus Baru Yezo di Jepang, Menular dari Kutu

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
06 October 2021 15:52
Passengers pass through the gates of a subway station in Tokyo, Friday, Aug. 6, 2021. A man stabbed four passengers with a knife on a Tokyo subway on Friday and was arrested by police after fleeing, a railway official and news reports said. (AP Photo/Kantaro Komiya)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah virus baru yang dapat menginfeksi manusia teridentifikasi ilmuwan di Jepang. Penemuan ini dimuat para peneliti dari Universitas Hokkaido yang kemudian dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Virus Yezo ditularkan melalui gigitan kutu. Ketika menginfeksi manusia, ia akan membuat seseorang demam disertai penurunan trombosit dan leokosit.


"Setidaknya tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang sejak 2014. Sejauh ini taka da kematian terkonfirmasi," kata Ahli Virologi di Universitas Hokkaido Keita Matsuno, dikutip Newsweek, Rabu (6/10/2021).

Virus ini ditemukan setelah seorang pria 41 tahun dirawat di rumah sakit tahun 2019. Ia mengalami demam dan nyeri kaki setelah digigit oleh binatang semacam arthopoda.

Kala itu ia berjalan di hutan lokal di Hokkaido. Ia kemudian dirawat dan dipulangkan setelah dua minggu. Tak berhenti di pria tersebut, pasien kedua muncul. Ia juga melaporkan hal yang sama di tahun 2020.

Awalnya analisis genetik virus yang diisolasi dari sampel darah kedua pasien menemukan jenis baru orthonairovirus, kelas nairovirus, yang mencakup pathogen seperti demam Krimea-Kongo (CCHF). Demam ini sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan virus.

Dari sana ilmuwan kemudian menamakan virus itu dengan nama Yezo. Yezo adalah nama historis Jepang untuk Hokkaido.

Mengutip TechnologyTimes, dikatakan virus baru ini dekat hubungannya dengan virus Sulina dan virus Tamdy, yang terdeteksi di Rumania dan Uzbekistan. Baru-baru ini virus ini juga disebut menyebabkan kasus demam akut di China.

Para ilmuwan kemudian memeriksa sampel darah yang dikumpulkan dari pasien rumah sakit yang menunjukkan gejala serupa setelah gigitan kutu sejak 2014. Mereka menemukan sampel positif tambahan dari lima pasien.

Pasien-pasien ini, termasuk dua yang pertama, mengalami demam dan penurunan trombosit darah dan leukosit. Ada juga yang menunjukkan indikator fungsi hati yang abnormal.

Untuk menemukan asal virus, para ilmuwan juga telah menyaring sampe hewan liar tahun 2010 dan 2020. Mereka menemukan RNA virus pada tiga spesies kutu di Hokkaido.

"Virus Yezo tampaknya telah menyebar di Hokkaido, dan kemungkinan besar virus tersebut menyebabkan penyakit ketika ditularkan ke manusia dari hewan melalui kutu,' kata Matsuno lagi.

"Semua kasus infeksi virus Yezo yang kita ketahui sejauh ini tidak menyebabkan kematian, tetapi sangat mungkin penyakit itu ditemukan di luar Hokkaido. Jadi kita perlu segera menyelidiki penyebarannya,"

Sementara itu, tim peneliti sekarang berencana untuk melacak kemungkinan distribusi virus itu secara nasional pada hewan liar dan pasien.Ilmuwan universitas itu mendesak rumah sakit menguji virus pada pasien yang mengeluhkan dengan gejala yang sama.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jepang Sekarang Mulai Keras dengan Karyawan Kerja Lembur


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading