Jangan Kaget, Energi Hijau Mendominasi Proyek Listrik Baru RI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
05 October 2021 12:50
Proyek PLTA Asahan 3 yang digarap PLN akan mengalihkan aliran air Sungai melewati terowongan (Headrace Tunnel) sepanjang 8 km membelah Bukit Barisan di Sumatera Utara. (Dok. PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)PLN 2021-2030. 

Ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No.188.K/HK.02/MEM.L/2021 tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) Tahun 2021 Sampai Dengan Tahun 2030. Keputusan Menteri ini ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif dan berlaku pada tanggal ditetapkan, 28 September 2021.

Di dalam RUPTL ini, penambahan pembangkit listrik baru akan didominasi dari energi baru terbarukan (EBT) alias energi hijau.


Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Evy Haryadi menyampaikan, kapasitas pembangkit listrik terpasang PLN pada 2020 adalah sebesar 63,3 Giga Watt (GW). Namun pada 2030 kapasitas pembangkit listrik PLN ditargetkan naik menjadi 99,2 GW.

Adapun rencana tambahan pembangkit listrik baru selama 2021-2030 sebesar 40,6 GW, di mana pembangkit berbasis EBT mencapai 20,9 GW atau 51,6% dan pembangkit listrik berbasis energi fosil sebesar 48,4% atau 19,7 GW.

"Di perjalanan waktu 2021-2030 juga ada percepatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) retirement sebesar 1,1 GW dan penggantian PLTD/PLTMG/PLTG tua tersebar sekitar 3,6 GW, sehingga kapasitas pembangkit PLN tahun 2030 menjadi 99,2 GW" paparnya dalam dalam Webinar Diseminasi RUPTL PLN 2021-2030, Selasa (05/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, PLN mendukung peran swasta di dalam mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan. Dia menyebut, sekitar 26,3 GW pembangkit atau 64,8% dari total tambahan kapasitas pembangkit baru 40,6 GW sampai 2030 akan dikembangkan swasta. Sementara porsi PLN hanya 35,2% atau 14,3 GW.

Khusus untuk tambahan pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 20,9 GW, 56,3% pembangkit EBT yang direncanakan akan dikembangkan swasta atau sekitar 11.779 Mega Watt (MW), sementara PLN hanya membangun sekitar 9.144 MW atau sekitar 43,7%.

Spesifik untuk Pembangkit Lisrik Tenaga Surya (PLTS) akan ditambah sebesar 4.680 MW hingga 2030. Dari target tambahan PLTS tersebut, sebesar 2.979 MWp atau 63,7% akan dikembangkan swasta dan 1.701 MWp atau sekitar 36,3% oleh PLN.

Sedangkan untuk PLTS on grid direncanakan akan ditambah 3.236 MWp di mana 1.760 MWp atau 54,4% akan dikembangkan swasta dan 1.476 MWp atau 45,6% dibangun PLN.

"Peran swasta mengambil peran besar. Dari sisi pembangkit-pembangkit ini sudah dibuat dengan pertimbangan juga kemampuan PLN," paparnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, RUPTL adalah rencana pembangkitan, jaringan transisi dan distribusi, serta penjualan listrik dalam suatu wilayah usaha, sesuai aturan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

"RUPTL merupakan cerminan kebijakan pemerintah. Dalam rangka pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk penyediaan tenaga listrik, Menteri dan Gubernur bisa memasukkan kebijakan ini di dalam RUPTL," tuturnya dalam forum yang sama.

Dia mengatakan, selama 10 tahun bisa dilakukan evaluasi berkala, termasuk evaluasi proyek. Jika perlu perubahan, menurutnya pemegang wilayah usaha bisa mengajukan usulan perubahan RUPTL.

"Karena ini berlaku untuk 10 tahun, maka selama belum ada RUPTL perubahan, maka RUPTL lama masih berlaku, tidak perlu setiap tahun mengalami perubahan," ujarnya.

Berikut rencana tambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT pada RUPTL 2021-2030:

PLTA/Mikro/Mini Hidro 10.391 MW (25,6%)
PLTB (angin) 597 MW (1,5%)
PLT Biomassa 590 MW (1,5%)
PLTP 3.355 MW (8,3%)
PLTS 4.680 MW (11,5%)
PLT EBT Base 1.010 MW (2,5%)
BESS (Battery Energy Storage System) 300 MW (0,7%).
TOTAL 20.923 MW (51,6%)

Berikut rencana tambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi fosil pada RUPTL 2021-2030:
PLTU/Mulut Tambang 13.819 MW (34%)
PLTG/GU/MG 5.828 MW (14,4%)
PLTD 5 MW (0,01%)
TOTAL 19.652 MW (48,4%).

Total seluruh tambahan kapasitas pembangkit baru (fosil dan EBT) hingga 2030 mencapai 40.575 MW.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Masih 'Kebanjiran' Listrik PLTU Hingga 2027, Ini Buktinya


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading