Internasional

Fenomena Apa Ini? Ramai-ramai Negara Tembak Rudal Hipersonik

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 October 2021 11:30
Rudal Balistik di Semnanjung Korea (AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena baru terjadi di dunia saat ini. Hanya dalam beberapa minggu, banyak negara dunia yang melakukan uji coba rudal hipersonik yang dimiliki.

Ini menyebabkan munculnya kekhawatiran sedang berlangsungnya "perlombaan senjata". Hal ini bisa berimplikasi pada "keseimbangan global".


Senin (4/10/2021), Rusia menembakkan rudal jelajah hipersonik baru. Rudal bernama Zirkon itu diluncurkan dari kapal selam nuklir Severodvinsk dan berhasil mencapai Laut Barents di Kutub Utara.

Menurut militer Rusia, ini adalah uji coba terbaru negeri itu terhadap kekuatan senjatanya. Rudal hipersonik ini sendiri disebut bergerak lima kali kecepatan suara dan bisa bermanuver di tengah penerbangan, agar sulit dilacak dan dicegat proyektil lain.

"Uji coba ini ... dianggap berhasil," kata Kementerian Pertahanan Rusia lewat sebuah pernyataan, dikutip AFP.

Jumat (1/10/2021), Korea Utara (Korut) juga kembali melakukan uji coba senjata serupa. Disebutkan bahwa rudal itu adalah yang terbaru dari semua senjata yang dikembangkan.

Dalam laporannya, KCNA menyebut rudal itu memiliki "kinerja tempur luar biasa". Bahkan "telah diverifikasi dengan teknologi kunci terbaru".

Sebelumnya Rabu (29/9/2021), Amerika Serikat (AS) juga melakukan hal serupa. Mengutip Insider, roket hipersonik ditembakkan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dan Angkatan Udara AS.

Misil hipersonik itu bernama Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC). Pada saat diluncurkan, mesin scramjet buatan Northrop Grumman mulai bekerja untuk membuat sistem HAWC mencapai kecepatan hipersonik di atas Mach 5 atau lima kali kecepatan suara.

"Semua tujuan pengujian utama terpenuhi," kata DARPA dalam keterangan resminya.

Sementara itu, para ahli mengatakan fenomena ini sebagai perlombaan senjata. Dunia perlu memasukkannya sebagai hal yang perlu dikendalikan.

"Sebagian besar, ini untuk menunjukkan bahwa senjata apa pun yang dapat dikembangkan orang lain, Anda akan memilikinya terlebih dahulu," kata seorang ahli pengendali senjata di Universitas Suanford, Cameron Tracy.

"Pengembangan senjata ini, perlombaan senjata hipersonik ini, mungkin bukan situasi yang paling stabil. Jadi akan lebih baik untuk bertindak secepat mungkin," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading