Internasional

Fakta-fakta Pandora Papers, Ada Nama Putin hingga Luhut

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 October 2021 07:30
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - "Pandora Papers" membuat heboh. Laporan ini merupakan dokumen finansial rahasia kesepakatan bisnis dan kepemilikan perusahaan di negara suaka pajak.

Laporan dokumen berisi 11,9 juta file dengan volume data mencapai hampir 3 terabita ini diterbitkan oleh konsorsium media International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), Minggu (3/10/2021). Mengutip AFP, secara total ICIJ menemukan hubungan antara hampir 1000 perusahaan di negara surga pajak dengan 336 politisi tingkat tinggi dan pejabat publik.


Setidaknya ada 35 pemimpin dan mantan pemimpin yang ditampilkan. Mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin hingga Raja Yordania dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

"Kami melihat triliunan dolar," kata Direktur ICIJ Gerard Ryle, dalam sebuah video, dikutip Senin (4/10/2021).

"Mereka termasuk lebih dari 330 politisi dan 130 miliarder Forbes, serta selebritas, penipu, pengedar narkoba, anggota keluarga kerajaan, dan pemimpin kelompok agama di seluruh dunia," jelas ICIJ.

Investigasi ini melibatkan 600 jurnalis dari sejumlah media ternama, termasuk The Washington Post hingga BBC. Ini mengacu pada 11 juta lebih dokumen yang bocor dari 14 perusahaan jasa keuangan dunia.

"Pandora Papers" sendiri merupakan rangkaian bocoran dokumen rahasia terbaru dari ICIJ. Sebelumnya, mereka sudah mengungkap sejumlah kumpulan bocoran dokumen rahasia lainnya, termasuk "Panama Papers" pada 2016.

"Panama Papers" sebelumnya memicu pengunduran diri Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson. Laporan itu juga membuka jalan untuk pelengseran pemimpin Pakistan, Nawaz Sharif.

Halaman 2>>

Dari Presiden, Politikus dan Pesohor
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading