Internasional

RI Bisa 'Kipas-kipas', China Teriak Minta Batu Bara Lagi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 October 2021 13:55
Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis listrik diĀ China semakin gawat. Gubernur Provinsi Jilin, Han Jun, berjanji akan meningkatkan meningkatkan pasokan listrik lokal dengan memperbesar skala impor batu bara.

"Selain mengamankan pasokan batu bara lintas provinsi dari Daerah Otonomi Mongolia Dalam, (China juga akan) untuk meningkatkan impor dari Rusia, Mongolia dan Indonesia," dikutip dari Global Times, Jumat (1/10/2021).


Han mengatakan pembelian batu bara dari pasar dalam dan luar negeri akan didorong oleh kebijakan pendukung terkait. Lebih banyak fasilitas penyimpanan batubara juga akan dibangun.

Tidak hanya itu, Han juga memerintahkan pembangkit listrik untuk mempertahankan pembangkit listrik yang stabil di semua biaya. Mereka juga diminta menetapkan pemenuhan penggunaan listrik perumahan sebagai prioritas.

Han mencatat bahwa perusahaan keuangan lokal juga harus mendukung pembangkit listrik. Termasuk menawarkan pinjaman dan subsidi.

Namun laporan mengatakan pengamat industri memperhatikan bahwa solusi impor Jilin untuk kelangkaan listrik tidak memasukkan Australia. Sebelumnya negara ini pernah menjadi pemasok batu bara uap utama China.

Sebelumnya aktivitas pabrik China yang menyusut akibat pembatasan penggunaan listrik meningkatkan banyak kekhawatiran mengenai nasib negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Sebuah survei yang dirilis Kamis (30/9/2021), sebagaimana dikutip dari Guardian, menunjukkan aktivitas pabrik China mengalami kontraksi pada bulan September. Ini pertama kali terjadi kepada China sejak pandemi melanda pada Februari 2020.

Angka-angka menunjukkan bahwa output turun akibat perlambatan produksi di industri yang mengkonsumsi energi tinggi. Salah satunya seperti pabrik yang memproses logam dan produk minyak. Sub-indeks juga menyoroti penurunan pesanan baru, pekerjaan dan pesanan ekspor baru.

Krisis listrik di China terjadi ketika permintaan energi negara itu melonjak melewati tingkat pra-pandemi. Namun, pembatasan impor batu bara dari Australia akibat pertikaian politik, menekan pasokan komoditas itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Krisis Energi Eropa Hingga China, RI Cuan atau Buntung?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading