Internasional

Chaos Krisis Inggris, Bikin Pening dari BBM sampai Babi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 October 2021 13:10
FILE PHOTO: Pigs are seen on a family farm in Xiaoxinzhuang village, Hebei province, China January 25, 2018. REUTERS/Dominique Patton/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis di Inggris membawa pening bagi warga negeri itu. Lebih dari dua ribu pompa bensin Inggris kering, pengiriman obat ke apotek terganggu belum lagi babi-babi yang terancam dimusnahkan.

Minggu ini, disebut sejumlah media, pekan yang kacau. Bermula dari krisis gas di Eropa, akibat tingginya permintaan dan mahalnya harga, warga Inggris terpaksa berebut BBM dengan industri yang kehabisan sumber pembangkit listrik.


Belum lagi masalah distribusi pasokan yang mandek karena tak ada supir yang mengendarai truk barang di negeri itu. Alhasil rantai pasokan terganggu.

Brexit disalahkan atas kejadian ini. Di mana para supir yang kebanyakan imigran harus kembali ke negaranya karena masalah imigrasi, belum lagi penguncian Covid-19.

Dalam pekan ini tercatat pula sejumlah kekerasan dilaporkan akibat warga berebut dan frustrasi menunggu antrean di pompa bensin. Perkelahian disebut pecah di SPBU, warga pun mengisi botol air untuk menyimpan bensin.

Menteri Inggris berulang kali mengatakan krisis mereda. Namun Rabu (28/9/2021), tentara akhirnya diminta mengemudikan tanker bahan bakar ke warga.

Dalam update terbarunya Kamis (30/9/2021), Asosiasi Pengecer Bensin (PRA), yang mewakili 65% dari 8.380 SPBU Inggris mengatakan 27% pompa bensin kering. Ada 21% yang memiliki satu jenis stok bahan bakar saja sementara 52% cukup bensin dan solar.

"Habis lebih cepat dari biasanya karena jumlah permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tegas Direktur Eksekutif PRA Gordon Balmer, dikutip Reuters.

Industri peternakan juga memperingatkan bahwa ratusan ribu babi akan dimusnahkan dalam beberapa pekan ke depan. Kecuali pemerintah mengeluarkan visa untuk tukang daging masuk ke negara itu.

Ini juga akibat aturan baru pasca Brexit dan Covid-19. Inggris kekurangan tukang jagal akut.

Kekurangan tukang jagal menyebabkan babi dewasa yang siap proses dicadangkan di peternakan. Ini berimbas pada masalah "kesejahteraan" para babi, karena berbagi makanan.

"Ada sekitar 120.000 babi yang 'duduk" di peternakan padahal seharusnya disembelih, berada dalam rantai makanan dan dimakan," kata Petugas Layanan Kebijakan di National Pig Association (NPA), Lizzie Wilson.

Serikat Petani Nasional Inggris mengatakan 150.000 babi berpotensi dipotong seminggu. "10 hari lagi," kata presidennya Minette Batters.

Krisis ini diprediksi akan melemahkan pertumbuhan ekonomi Inggris. Ekonomi Negeri Ratu Elizabeth sebelumnya diramal tumbuh 7% tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap, Ini Biang Kerok yang Bikin Krisis di Inggris


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading