Sengit! Negara-negara Ini Saling Senggol Buat Masuk RI

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
29 September 2021 16:10
FILE - In this Aug. 2, 2019, file photo, a woman walks past an advertisement featuring Japanese and South Korean flags at a shop in Shin Okubo area in Tokyo. The leaders of China, Japan and South Korea are holding their latest trilateral summit in China this week, amid feuds over trade, military maneuverings and historical animosities. Most striking has been a complex dispute between Seoul and Tokyo, while Beijing has recently sought to tone-down its disagreements with its two neighbors.(AP Photo/Eugene Hoshiko, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih menjadi tujuan investasi favorit dari deretan negara maju dunia. Baik itu China, Korea Selatan hingga Jepang.

Hal ini diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara dalam Webinar dengan tema Optimisme Pemulihan Ekonomi 2022 secara virtual, Rabu (29/9/2021).


"Korea Selatan itu sudah melampaui Jepang sampai semester 1. Ini ada pertarungan sengit, maksudnya kompetisi sengit antara Korsel, China dan Jepang," jelasnya.

Selama Januari-Juni, investasi asing yang paling besar adalah Singapura dengan US$ 4,7 miliar dan Hongkong US$ 2,3 miliar. Negara tetangga tersebut memang menjadi hub dari banyak negara di dunia untuk berinvestasi di Asia Tengga.

Selanjutnya China dengan realisasi US$ 1,7 miliar. Belanda di posisi berikutnya dengan US$ 1,3 miliar, Korea Selatan US$ 1,1 miliar dan Jepang yang diketahui turun peringkat dengan realisasi US$ 1 miliar.

Amerika Serikat ada di peringkat 7 dengan realisasi US$ 800 juta, Malaysia US$ 700 juta, Swiss US$ 500 juta dan Thailand sebesar US$ 300 juta.

Bahlil menegaskan, pemerintah tidak memberikan kekhususan kepada satu atau dua negara dalam berinvestasi di Indonesia.

"Kami tidak pernah mau membeda-bedakan negara mana yang menjadi prioritas. jadi keliru kalau ada asumsi bahwa kita hanya fokus di satu negara, gak ada," terangnya.

"Indonesia tak boleh diatur di negara tertentu. Kita harus menjadi pemain tengah dan menjalan sesuai UU," tegas Bahlil.

Berburu Investasi Rp 1.200 T
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading