Internasional

Ekonomi Vietnam 'Terjun Bebas' di Q3 2021, Kok Bisa?

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 September 2021 15:30
A woman walks past a row of T-shirts printed with Vietnamese flags in Hanoi, Vietnam on Thursday, Jul.30, 2020. For 99 days, Vietnam seemed to have defeated the coronavirus, but now a new outbreak in the city of Da Nang has grown to over 40 cases in six cities and authorities are beginning to reimpose broader restrictions. (AP Photo/Hau Dinh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Vietnam mengalami kontraksi terberat pada kuartal ketiga (Q3) 2021. Ini dipicu oleh penangguhan terhadap manufaktur akibat dahsyatnya gelombang terbaru pandemi Covid-19.

Dilansir dari AFP, produk domestik bruto (PDB) negara yang bergantung pada ekspor ini menyusut 6,17% secara tahunan pada periode Juli-September. Kantor statistik umum (GSO) mengatakan penyusutan ini, jadi yang tertajam sejak negara Asia Tenggara itu mulai mencatat angka triwulanan, yang dilaporkan pada 1986.


"Pandemi tahap keempat ... telah secara langsung menghantam banyak perusahaan, memutus rantai pasokan," kata Wakil Menteri Investasi Nguyen Thi Bich Ngoc seperti dikutip di situs resmi pemerintah, Rabu (29/9/2021).

"Rencana bisnis dan produksi dibatalkan dengan beberapa operasi yang ditangguhkan sebagian atau seluruhnya."

Namun Nguyen menambahkan jika kesulitan dan masalah kontemporer tersebut bersifat sementara. Negara itu akan mulai melonggarkan perintah penguncian.

"Tetapi jalur kereta api dan udara di seluruh negeri sebagian besar tetap ditangguhkan," tambahnya.

Tahun lalu Vietnam sempat berkinerja terbaik di Asia. Negara ini juga jadi salah satu dari sedikit di dunia yang berkembang setelah mempertahankan jumlah virus rendah sehingga sebagian besar bisnis masih bisa terbuka.

Namun gelombang virus corona terbaru yang dimulai pada April menghantam kawasan industri utara dan dengan cepat menyebar ke selatan ke pusat bisnis Kota Ho Chi Minh. GSO menyebut hal ini menyebabkan dampak serius pada ekonomi.

Outlet berita yang dikelola negara VNExpress mengatakan itu adalah pertama kalinya Vietnam mencatat pertumbuhan kuartalan negatif sejak tahun 2000. Sepertiga dari 100 juta penduduk negara itu menghadapi perintah tinggal di rumah selama berbulan-bulan pada musim panas ini, di mana pabrik-pabrik ditutup, sehingga sangat mengganggu rantai pasokan.

Terlepas dari angka terbaru, Bank Dunia telah memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 4,8% pada 2021. Sementara pemerintah Vietnam sendiri mengatakan menargetkan ekonomi akan berekspansi 6,5%.

Kini ada lebih dari 770.000 infeksi Covid-19 dan hampir 19.000 kematian di Vietnam. Sementara itu, kurang dari 10% populasi divaksinasi lengkap.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vietnam Lockdown! Emiten Indonesia Bisa Dapat Berkah Apa?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading