Kamu Punya? 3 Mobil Kurang Laris di Pasar RI, Cek!

News - Monica Wareza & Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
27 September 2021 07:26
Dealer New Cars Stock. Colorful Brand New Compact Vehicles For Sale Awaiting on the Dealer Parking Lot. Car Market Business Concept. Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil mencatatkan rekor penjualan tertinggi sepanjang 2021 dengan catatan 83.319 unit. Meroket 123,5% year-to-year (yoy) pada Agustus 2021. Sedangkan penjualan periode Januari-Agustus naik 68,19% yoy.

Total penjualan mobil yang diberi insentif pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)adalah 34.059 unit. Naik 119% yoy dengan rata-rata pertumbuhan tiap model mencapai 628,7% yoy.

Di tengah penjualan yang meningkat signifikan, ada segelintir model mobil yang kurang laris laku walaupun sudah diberikan insentif PPnBM 0% dari pemerintah. Berikut daftar mobil yang minim peminat walaupun mendapatkan insentif PPnBM 100%, berdasarkan data riset CNBC Indonesia:

1. Nissan Livina

Nissan Livina jadi model mobil yang paling nelangsa penjualannya di bulan Agustus 2021. Padahal Livina masuk dalam daftar mobil yang menerima insentif PPnBM 100%.

Penjualan Nissan Livina pada Agustus 2021 tercatat. 275 unit. Turun 95,7% dibanding penjualan Agustus 2020sebanyak 6.338 unit. Sementara penjualan akumulatif dari Januari-Agustus 2021 turun 89,7% dibanding periode yang sama tahun 2020.

Tipe VE dan VL yang jadi primadona penjualannya tergerus 97% dan 93% dibanding penjualan Agustus 2020.

2. Honda Brio RS

Mobil yang di gadang-gadang akan merajai segmen anak muda malah melempem penjualannya pada Agustus 2021. Tampaknya diskon PPnBM 100% masih belum mampu mengangkat penjualan Brio.

Penjualan Honda Brio RS pada bulan Agustus 2021 tercatat. 888 unit. Turun 1,6% dibanding penjualan Agustus 2020 yaitu 902 unit. Sementara penjualan akumulatif dari Januari-Agustus 2021 turun 0,4% dibanding periode yang sama tahun 2020.

3. Daihatsu Terios

Daihatsu Terios tidak mengalami penurunan penjualan. Tapi pertumbuhannya tertinggal dibanding mobil lain yang bisa mencatat pertumbuhan ratusan hingga ribuan persen. Apalagi Terios meluncurkan tipe baru yaitu Terios IDS yang ternyata belum mampu mendongkrak penjualan Terios secara signifikan.

Penjualan Daihatsu Terios pada Agustus 2021 tercatat. 1.276 unit. Naik 7,2% dibanding penjualan Agustus 2020yaitu1.190 unit. Sementara penjualan akumulatif dari Januari-Agustus 2021 turun 7,6% dibanding periode yang sama tahun 2020.

Jika tipe Terios IDS tidak dihitung, penjualan Terios pada Agustus 2021 anjlok 29% yoy. Penjualan dari tipe X, R, dan custom pada Agustus 2021 tercatat 919 unit. Sedangkan untuk Agustus 2020 tercatat 1190 unit.

Ada banyak faktor yang membuat pertumbuhan mobil mandek. Salah satunya adalah ketatnya persaingan mobil dan saling berebut pasar. Selain itu selera konsumen juga jadi faktor pertumbuhan penjualan. Maka wajar saja produsen rajin mengeluarkan tipe baru yang menyesuaikan selera pasar.

Bagaimana mobil yang paling laris?

Pemenang mobil terlaris Agustus jatuh ke Toyota Sienta. Pertumbuhan penjualan tertinggi 2900% secara tahunan (yoy).

Sepanjang bulan lalu, jenis mobil ini berhasil terjual sebanyak 180 unit. Berdasarkan rilis data penjualan mobil Gaikindo, angka tersebut tumbuh dari periode yang sama tahun 2020 di mana sebelumnya mobil ini hanya berhasil terjual sebanyak enam unit.

Avanza Rajanya

Meski demikian, secara setahun penuh, Avanza masih memimpin pasar. Mobil ini berkontribusi penjualan 6,9% dari total penjualan mobil 2021.

Avanza berhasil menjual 5775 unit mobil pada Agustus 2021. Melesat 1126,1% yoy dari Agustus 2020 dengan penjualan hanya 471 unit mobil.

Untuk diketahui, di bulan lalu tercatat rekor tertinggi penjualan mobil di 2021 sebanyak 83.319 unit. Meroket 123,5% YoY. Sedangkan penjualan periode Januari-Agustus naik 68,19% YoY.

Dorongan stimulus pemerintah lewat PPnBM 0% tampaknya berhasil membangkitkan gairah industri otomotif Indonesia. Melihat programnya membuahkan hasil, pemerintah pun memutuskan memperpanjang pemberian diskon PPnBM 100% hingga akhir tahun 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan Pemerintah Perpanjang Diskon Pajak 0% Mobil Baru


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading