Internasional

Singapura Genting, Lonjakan Covid Buat Pemerintah Kewalahan

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 September 2021 15:45
Singapura. AP/Yong Teck Lim

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan gelombang infeksi Covid-19 di Singapura semakin membuat pemerintah negara itu kewalahan. Hal ini terlihat dari penanganan pasien positif yang melakukan karantina di rumah.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyebut masih berusaha untuk menangani pasien Covid-19 yang melakukan tes dan isolasi di rumah (isoman). Pendataan dan prosedur penanganan masih perlu dirapikan.


"Lonjakan kasus telah menyebabkan penundaan dan kami meminta kesabaran dan pengertian Anda. Kami merampingkan operasi kami dan akan menghubungi Anda sesegera mungkin, " kata MOH menanggapi pertanyaan media, dikutip Kamis (23/9/2021).

"Pasien pemulihan di rumah sekarang mencapai hingga 40% kasus setiap hari."

Sejak 15 September, pasien infeksi Covid yang telah divaksinasi lengkap dapat melakukan pemulihan di rumah jika memenuhi kriteria. Namun hal ini hanya berlaku bagi pasien berusia 12 hingga 69 tahun.

Sementara itu, pasien Covid yang dapat menjalani perawatan di rumah sakit adalah pasien berusia 80 tahun ke atas atau 70 tahun ke atas yang belum divaksinasi. Mereka yang memiliki komorbid juga akan dirawat di rumah sakit atau fasilitas perawatan masyarakat.

Pada hari Rabu (22/9/2021), Singapura melaporkan rekor 1.453 kasus Covid-19 lokal baru. Ini adalah ketiga kalinya dalam seminggu ini kasus harian mencapai 1.000.

Pemerintah negara itu menyebut kemungkinan akan menemukan 2.000 infeksi harian dalam beberapa pekan. Ini kata tingkat reproduksi virus (R) yang tinggi.

"Segera, kita akan mencapai 1.000 kasus baru sehari, dan dalam waktu beberapa minggu, kita mungkin akan mencapai 2.000 kasus baru sehari," kata Menteri Keuangan, Lawrence Wong.

Hal ini pun juga telah mengancam kapasitas ICU. Pemerintah Negeri Singa itu sejauh ini masih akan memantau perkembangan hingga menyiapkan rencana lanjutan jika lonjakan infeksi membuat kapasitas ICU jebol.

"Satu hingga dua minggu mendatang akan sangat penting karena kami memantau lintasan infeksi dan situasi rumah sakit atau ICU kami secara keseluruhan," ujar pria yang mengepalai satuan tugas multi-kementerian Covid-19 itu.

Hingga saat ini, jumlah total infeksi Covid-19 di negara itu telah mencapai angka 81.356 kasus. Angka ini juga diiringi oleh 68 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading