Awas Gelombang 3 Covid di RI, Ini Kata Satgas

News - yun, CNBC Indonesia
22 September 2021 06:50
Suasana Aktivitas di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memprediksi gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 akan melanda Indonesia. Sebagaimana diketahui negara lain saat ini juga telah mengalami hal tersebut.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan ini berdasarkan pengalaman. Menurutnya gelombang ketiga bisa terjadi tiga bulan ke depan saat libur Natal dan Tahun Baru.

"Artinya potensi kenaikan kasus meningkat. Dengan pembelajaran gelombang 1 dan 2, harus semakin tangguh," katanya di Jakarta, Selasa (21/9/2021).


Dia tak menampik jika mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat menjadi penyumbang lonjakan kasus. Adapun tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menghadapi kondisi ideal, hingga RI dan dunia terbebas dari pandemi dan menjadi endemi.

"Lonjakan kasus kedua pada Juli memberikan banyak pelajaran. Penanganan lebih mahal, lama dan memakan korban. Upaya terbaik adalah melanggengkan penurunan kasus dengan protokol kesehatan sedikitpun tidak lengah," katanya.

Sebagaimana diketahui, lonjakan kasus pertama kalinya (first wave) terjadi pada Januari 2021 setelah Libur Natal dan tahun Baru 2020. Selanjutnya, lonjakan kasus kedua terjadi pada Juli.

Berbeda dengan Indonesia, lonjakan kasus di dunia justru terjadi pada April, 2021 atau 3 bulan sebelum kasus meledak di Indonesia. Saat dunia telah mengalami penurunan, Indonesia justru dilanda gelombang ketiga tersebut.

"Dari pola ini dunia dan RI, pelajaran adanya lonjakan kasus di RI pada Juli, tak berkontribusi pada kasus dunia. Lonjakan kasus di RI pada Juli tidak disebabkan global atau dari negara lain. Melainkan dari internal Indonesia. Hal ini karena peningkatan mobilitas dan aktivitas sosial bersamaan dengan mudik. dengan pola RI yang relatif lambat, kita perlu mewaspadai kondisi dunia yang saat ini mengalami gelombang ketiga," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Lagi Lansia, RI Catat Banyak Kematian di Usia Produktif


(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading