Sebelum Era Jokowi Kelar, Pabrik Baterai EV RI Beroperasi!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
17 September 2021 15:46
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tak lama lagi memiliki industri pabrik baterai untuk kendaraan listrik (EV) pertama, bahkan menjadi pertama di Asia Tenggara.

Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pabrik baterai EV yang dibangun di Karawang, Jawa Barat, ditargetkan tuntas proses konstruksi atau pembangunannya pada September 2022. Lalu, pada 2023 pabrik baterai EV ini sudah bisa beroperasi secara komersial.

Adapun kapasitas produksi sel baterai EV ini menurutnya mencapai 10 Giga Watt (GW).


Seperti diketahui, pada Rabu (15/09/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik yang dikelola PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat. Ini menandai dimulainya pembangunan pabrik baterai EV ini.

"Pabrik baterai 10 GW ini akan selesai konstruksi September 2022 dan produksi di 2023. Jadi, insya Allah sebelum masa kabinet periode kedua selesai, ini sudah clear pembangunannya," tutur Bahlil dalam konferensi pers, Jumat (17/09/2021).

Dia mengatakan, pabrik senilai US$ 1,1 miliar ini merupakan bagian dari rencana investasi perusahaan asal Korea Selatan LG sebesar US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun.

"Rencananya bangun pabrik katoda sama prekursor baterai US$ 9,8 billion. Kapasitas 10 GW ini tadinya mau bangun 30 GW, 10 GW tahap pertama, selanjutnya 20 GW prekursor katode," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa investasi ini menandakan transformasi ekonomi RI. Presiden Jokowi pun menginstruksikan untuk melakukan hilirisasi, bukan lagi mengekspor barang mentah.

"RI, pemerintah Jokowi dan Ma'ruf Amin dan kabinet konsisten lakukan transformasi ekonomi," tegasnya.

Bahlil pun menyampaikan pada Mei 2022 RI akan memiliki pabrik mobil listrik pertama, yakni buatan Hyundai.

"Untuk mobil listrik akan diproduksi pada 2022 Mei. Jangan sampai salah persepsi, 2022 bulan Mei itu kita produksi mobil listrik buatan Hyundai," paparnya dalam konferensi pers, Jumat (17/09/2021).

Dia mengatakan, progres pembangunan pabrik mobil listrik ini kini telah mencapai 80% dan ditargetkan bisa rampung 100% dan bisa berproduksi komersial pada Mei 2022. Adapun proses pembangunan pabrik mobil listrik ini sudah dilakukan sejak 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading