Daftar Tol yang akan Diresmikan Jokowi di Sisa 2021

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
15 September 2021 10:20
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama badan usaha jalan tol terus mempercepat penyelesaikan pembangunan ruas-ruas tol baru pada kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Saat ini enam ruas tol telah memasuki tahap akhir penyelesaian untuk segera dioperasikan dan siap diresmikan pada bulan November dan Desember 2020 yang akan datang.(Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terus membangun tol sampai 2024. Di sisa tahun 2021 ini panjang jalan tol yang akan diresmikan operasionalnya mencapai 346 km.

"Kami sampaikan target tahun ini ada 346 km di 2021 tol yang akan diresmikan. Sedangkan yang sudah beroperasi sudah 97 km. Jadi memang masih banyak akan diresmikan," kata Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Budi Harimawan Semihardjo kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/9/2021).

Budi mengatakan, di Oktober ada sekitar 96 km tol akan diresmikan, November 98 km, lalu Desember-Januari ada sekitar 180 km. Harapannya, target 346 km pada 2021 ini bisa dituntaskan.


Ruas yang menjadi prioritas adalah tol Cisumdawu yang juga menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), tol ini dapat mendorong pengoperasian Bandara Kertajati dan menghubungkan tol Cikopo - Palimanan (Cipali).

Budi melanjutkan, tidak hanya Cisumdawu, target penyelesaian pemerintah yakni menyambung ruas tol Jakarta Outer Ring Road II di mana saat ini ruas tol yang belum rampung adalah Cinere - Jagorawi, Cimanggis - Cibitung, dan Cibitung - Cilincing.

Sementara tol prioritas pemerintah hingga 2024 antara lain satu ruas lagi yang menjadi tulang punggung tol Trans Sumatera dan Yogyakarta - Bawen, Yogyakarta - Solo sampai Kulonprogo.

Budi menjelaskan, dalam masa pandemi ini banyak kendala, baik dalam pengoperasian hingga proses konstruksi jalan tol. Dia mengatakan, ada keterlambatan konstruksi akibat penggunaan dana refocusing anggaran untuk bantuan kesehatan Covid-19, sehingga pembebasan pengadaan lahan terhambat.

Sedangkan dalam pengerjaan juga terhambat karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pasalnya, pengiriman material juga terganggu.

"Tahap operasi juga tertahan karena lalu lintas turun, menurunkan pendapatan dari tol. Namun saat ini traffic sudah membaik dan mendekati normal," kata Budi.

Sebelumnya, pada awal tahun ini pemerintah menargetkan ada 17 ruas tol yang akan dibangun atau sepanjang 401 km, terbagi atas jalan tol non Trans 115,8 km, tol Jabodetabek 101,6 km, dan jalan tol Trans Sumatera 192,4 km.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading