Internasional

Penyebab Jepang Warning Warga di RI, Sebut Ada Serangan

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 September 2021 09:45
Japan's new Prime Minister Yoshihide Suga speaks during a press conference at the prime minister's official residence Wednesday, Sept. 16, 2020 in Tokyo, Japan.  Suga, who was elected on Wednesday after gaining support for his pledges to pursue his predecessor Shinzo Abe's policies formed his 20-member Cabinet that retains many familiar faces, signaling continuation of Abe's line. (Carl Court/Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC IndonesiaJepang memberikan peringatan ke warganya di Indonesia. Ini terkait kemungkinan serangan bom bunuh diri.

Warga pun diminta menjauhi keramaian dan pusat-pusat agama. "Ada risiko yang meningkat dari bom bunuh diri," tulis kementerian sebagaimana dikutip Associated Press (AP), Selasa (14/9/2021).


Bukan hanya berlaku ke Indonesia, ini juga berlaku ke lima negara Asia Tenggara lain. Yakni Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand dan Myanmar.

Sayangnya tak ada informasi lanjutan soal ancaman itu. Tak ada detail yang diberikan negeri Sakura.

Hal yang sama juga diumumkan Kedutaan Jepang di Malaysia Senin pagi.

"Ada informasi bahwa kemungkinan serangan bom bunuh diri akan meningkat di tempat-tempat yang banyak orang berkumpul, seperti tempat ibadah," bunyi pengumuman itu.

"Kami meminta semua warga Jepang untuk tetap waspada terhadap serangan teroris."

Pernyataan itu juga meminta warga Jepang untuk menghindari mengunjungi tempat-tempat yang mungkin menjadi sasaran. Termasuk fasilitas "milik Barat" seperti restoran dan hotel.

Pernyataan ini sudah dikonfirmasi kedutaan setempat. Himbauan diharapkan bisa diikuti warga.

"Kami mengeluarkan imbauan mengikuti instruksi dari Tokyo," kata seorang pejabat dikutip dari Bernama.

Sementara itu, CNBC Indonesia masih mengonfirmasi ke Kedutaan Besar Jepang di RI. CNBC Indonesia juga masih meminta penjelasan Kemlu.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading