Internasional

Awas Taliban, Ekonomi Afghanistan di Ambang Kehancuran Total

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 September 2021 06:21
Afghans wait for hours to try to withdraw money, in front of Kabul Bank, in Kabul, Afghanistan, Saturday, Aug. 28, 2021. (AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Taliban kembali diberi peringatan. Meski tidak secara langsung, dalam forum internasional, bos PBB menegaskan ancaman kehancuran total pada ekonomi di negeri itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta negara-negara memberikan suntikan uang tunai ke Afghanistan untuk menghindari krisis ekonomi. Ini, kata dia, akan memicu bencana bagi rakyat negara tersebut.


Pernyataannya datang setelah Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons memperingatkan hal serupa di depan Dewan Keamanan, Kamis. Ia menyinggung pembekuan miliaran dolar aset internasional Afghanistan untuk menjauhkan dana itu dari tangan Taliban dan menegaskan bakal ada "kemerosotan ekonomi yang parah".

"Kita perlu menemukan cara untuk menghindari situasi yang akan menjadi bencana bagi rakyat," kata Guterres kepada wartawan, dikutip dari Reuters, akhir pekan kemarin.

"Kami secara permanen terlibat dengan Taliban dan kami percaya bahwa dialog dengan Taliban sangat penting saat ini," tambah Guterres.

Guterres mengatakan telah berbicara dengan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa penting untuk menyepakati keringanan atau mekanisme untuk mendapatkan uang ke Afghanistan.

IMF sebelumnya telah memblokir Taliban dari mengakses sekitar US$ 440 juta atau sekitar Rp 6,2 triliun (asumsi Rp 14.200/US$) cadangan darurat baru.

Sebagian besar aset bank sentral Afghanistan senilai US$ 10 miliar (Rp 142 triliun) juga diparkir di luar negeri, di mana mereka telah dibekukan sejak Taliban berkuasa bulan lalu. Mereka dianggap sebagai instrumen kunci bagi Barat untuk menekan kelompok Islamis.

Baik Guterres dan kepala bantuan PBB Martin Griffiths berharap bahwa program internasional untuk mendapatkan uang tunai ke Yaman yang dilanda perang, dapat direplikasi di Afghanistan. Di Yaman, badan anak-anak PBB, UNICEF, melakukan pembayaran tunai bulanan kepada sekitar 1,5 juta keluarga termiskin melalui program yang didanai oleh Bank Dunia.

PBB juga bekerja untuk memastikan dapat melanjutkan pekerjaan kemanusiaan di Afghanistan. Di mana setidaknya 18 juta orang atau setengah dari populasi negara itu sudah membutuhkan bantuan.

Halaman 2>>>

Diserang Iran, Turki hingga Prancis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading