Pengakuan Jokowi: Vaksin Covid Secara Nasional Belum Cukup

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
31 August 2021 17:30
Presiden Joko Widodo meninjau langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar dan santri yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Selasa, 31 Agustus 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa Indonesia saat ini masih kekurangan stok vaksin sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat kekebalan komunal (herd immunity).

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat berdialog pimpinan salah satu pondok pesantren di sela meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021).

"Jumlah vaksin secara nasional masih belum mencukupi, memang ini tahap demi tahap," kata Jokowi dalam teleconference.


Jokowi menargetkan seluruh masyarakat bisa divaksinasi pada akhir tahun ini, tak terkecuali para santri di Kuningan, Jawa Barat.

"Insya Allah nanti di akhir tahun di bulan Desember, semuanya sudah divaksin," jelasnya.

Saat berbincang dengan seorang santri bernama Muhammad Alvin, Jokowi memang mengakui bahwa vaksin Covid-19 masih menjadi rebutan antar negara. Padahal, perusahaan yang memproduksi vaksin hanya hitungan jari.

"Tidak semua negara memproduksi vaksin. Meskipun punya uang, anggaran ada, belum tentu kita bisa mendapatkan vaksin," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah sudah mengantongi 160 juta dosis vaksin. Namun, jumlah tersebut masih terlampau jauh karena untuk mencapai kekebalan komunal, Indonesia memerlukan kurang lebih 428 juta dosis vaksin.

"Sudah ada komitmen dari industri dan pabrik vaksin, tapi sekali lagi masih rebutan dengan negara lain," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Kalau Vaksin Habis, Telepon Pak Menkes


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading