Peringatan! Warga AS Diminta Jauhi Bandara Kabul Afghanistan

News - Bramudya Prabowo, CNBC Indonesia
29 August 2021 15:30
General view of the gate of Hamid Karzai international Airport in Kabul, Afghanistan, Saturday, Aug. 28, 2021.  The Taliban have sealed off Kabul’s airport to most would-be evacuees to prevent large crowds from gathering after this week's deadly suicide attack. The massive U.S.-led airlift was winding down Saturday ahead of a U.S. deadline to withdraw from Afghanistan by Tuesday. (AP Photo/Wali Sabawoon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana diĀ Afghanistan masih mencekam. Terbaru, pada Kamis (26/8/2021), terjadi bom di luar Bandara Kabul. Tercatat puluhan warga Afghanistan dan 13 tentara AS tewas akibat peristiwa itu.

Kedutaan Besar AS di Kabul pun kembali memperingatkan ada ancaman di dekat bandara Kabul. "Karena ancaman spesifik dan kredibel, semua warga AS di sekitar bandara Kabul harus segera meninggalkan area bandara," tulis Kedubes AS di Kabul, Minggu (29/8/2021).

Kedubes AS mencatat ancaman terhadap beberapa tempat seperti gerbang selatan (area Bandara Kabul), Gedung Baru Kementerian Dalam Negeri, dan gerbang dekat SPBU Panjshir di sisi barat laut bandara.

Situasi di Afghanistan tak ayal membuat kritikan tajam melanda Presiden AS Joe Biden. Kritik datang dari politikus Partai Republik yang menuding Biden adalah aktor di balik meninggalkan 13 tentara AS.

Namun, jika ditelisik, perang di Afghanistan yang telah berlangsung selama 20 tahun, bukanlah dimulai oleh Biden, melainkan oleh kepala negara asal Partai Republik George W. Bush. Biden justru menjadi presiden pertama, dari total empat presiden setelah Bush, yang sungguh-sungguh berjanji, untuk mengakhiri perang tak berkesudahan di Afghanistan.

Di sisi lain, banyak pihak yang menganggap Biden tidak akan bisa menghindar dari kemarahan dan kengerian atas gugurnya belasan tentara AS di Afghanistan.



Warga Afghanistan melahirkan di pesawat
Seiring penguasaan Taliban, satu per satu warga pun dievakuasi ke berbagai negara, termasuk Inggris. Reuters melaporkan ada seorang warga yang melahirkan anak di pesawat yang hendak menuju Negeri Big Ben.

Kronologinya, wanita bernama Soman Noori (26) mulai mengalami kontraksi saat terbang dari Dubai menuju Birmingham dengan pesawat Turkish Airlines. Lalu, pada saat ketinggian 10 ribu meter atau 33 ribu kaki di wilayah udara Kuwait, Noori pun melahirkan anaknya.

Noori dan bayi perempuannya yang diberi nama Havva dilaporkan dalam kondisi sehat. Pesawat pengangkut warga Afghanistan tersebut, melakukan pendaratan di Kuwait guna berjaga-jaga, dan kembali melanjutkan penerbangan.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Taliban Berhasil Masuki Ibu Kota Afghanistan


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading