Biden dan Xi Jinping Saling Serang Soal Asal Usul Covid-19

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 August 2021 18:15
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan China menahan informasi penting mengenai asal-usul virus SARS-CoV-2 atau corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

"Informasi penting tentang asal mula pandemi ini ada di Republik Rakyat China (RRC). Namun sejak awal, pejabat pemerintah China bekerja untuk mencegah akses penyelidik internasional dan anggota komunitas kesehatan masyarakat global," kata Biden dalam sebuah pernyataan pada Jumat (27/8/2021), dikutip dari AFP.

"Sampai hari ini, RRC terus menolak seruan untuk transparansi dan menahan informasi, bahkan ketika jumlah korban pandemi ini terus meningkat," tambahnya.


Menurut ringkasan laporan intelijen yang mencari asal-usul Covid-19, hingga kini AS tidak percaya para pejabat China memiliki pengetahuan sebelumnya tentang virus yang menjadi pandemi ini.

Intelijen AS telah mengesampingkan bahwa virus corona dikembangkan sebagai senjata. Sebagian besar lembaga menilai dengan "keyakinan rendah" bahwa virus itu tidak direkayasa secara genetik.

Tetapi komunitas tetap terbagi pada asal-usul patogen. Empat lembaga dan Dewan Intelijen Nasional percaya virus ditularkan ke manusia, sementara satu lembaga mendukung teori kebocoran dari laboratorium Wuhan Institute Virology.

"Variasi dalam pandangan analitik sebagian besar berasal dari perbedaan dalam bagaimana badan-badan menimbang pelaporan intelijen dan publikasi ilmiah, dan kesenjangan intelijen dan ilmiah," kata ringkasan itu.

Komunitas intelijen dan ilmuwan global kekurangan sampel klinis atau data epidemiologis dari kasus Covid-19 paling awal, tambah ringkasan laporan tersebut.

Sebelumnya badan intelijen mengandalkan superkomputer di Laboratorium Nasional Departemen Energi, kumpulan dari 17 lembaga penelitian elit pemerintah. Badan intelijen AS disebut memiliki Katalog informasi raksasa berisi cetak biru genetik yang diambil dari sampel virus yang dipelajari di laboratorium Wuhan Institute Virology.

Bantahan China

Di sisi lain, China membantah tuduhan-tuduhan dari AS. Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Chen Xu secara resmi meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memasukkan laboratorium penelitian bio-militer AS, Fort Detrick, dan University of North Caroline dalam penyelidikan tentang asal-usul Covid-19.

Dalam suratnya pada Rabu (25/8/2021) yang ditujukan kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus, Chen Xu menolak teori bahwa virus Covid-19 bocor dari Wuhan Institute of Virology dan meminta laboratorium Fort Detrick dan University of North Caroline tunduk pada penyelidikan transparan dengan akses penuh, seperti dikutip dari Caixin Global.

Dua dokumen tidak resmi yang dilaporkan dalam surat itu mengklaim ada beberapa "insiden keamanan hayati" yang terjadi di Fort Detrick dan tumpang tindih dengan waktu tahap awal Pandemi Covid-19.

China juga menuding tim peneliti virus corona di University of North Caroline yang dipimpin profesor epidemiologi Ralph Baric memiliki "kolaborasi erat" dengan Fort Detrick.

Permintaan Duta Besar China untuk PBB ini datang sehari setelah badan intelijen AS menyimpulkan penyelidikan 90% tentang asal-usul virus corona, termasuk kemungkinan kebocoran laboratorium Wuhan Institute of Virology.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biden Mulai Siapkan 'Meriam' Baru Untuk China, Apa Itu?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading