Internasional

Taliban Makin Sangar, Warga Dilarang Tinggalkan Afghanistan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 August 2021 07:00
Afghan refugees  living in Indonesia shout slogans during a rally outside the building that houses UNHCR representative office in Jakarta, Indonesia, Tuesday, Aug. 24, 2021. The protesters, mostly members of the Hazara ethnic minority, held the rally on Tuesday decrying the Taliban's takeover of their country and calling for resettlement in third countries. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Taliban tidak akan mengizinkan warga negara Afghanistan meninggalkan negara itu. Bahkan menentang perpanjangan waktu evakuasi yang diminta Barat.

Dilaporkan CNN International, Taliban menutup akses jalan ke bandara. Namun menegaskan, warga asing tetap akan diberi akses.


"Kami tidak mendukung, membiarkan warga Afghanistan pergi," kata Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid, Selasa (24/8/2021) waktu setempat.

"Kami tidak mengizinkan evakuasi warga Afghanistan lagi. Kami juga tak senang ... Mereka tidak seharusnya pergi ke negara lain, ke negara-negara Barat itu."

Hal yang sama juga diulangi juru bicara Taliban lainnya Suhail Shaheen. Dalam wawancara dengan Sky News ia menegaskan adanya "garis merah" yang harus dipatuhi.

"Itu garis merah. Presiden Biden mengumumkan bahwa pada 31 Agustus mereka akan menarik semua pasukan militer mereka. Jadi jika mereka memperpanjang itu berarti mereka memperluas pendudukan," tegasnya dikutip CNBC International.

"Jika AS atau Inggris mencari waktu tambahan untuk melanjutkan evakuasi, jawabannya tidak. Atau akan ada konsekuensinya."

Sebelumnya, AS dan sekutu mempertimbangkan memperpanjang tenggat waktu mereka di Afghanistan yang semula dijadwalkan hingga 31 Desember. Pembicaraan dilakukan dengan negara-negara G-7 dan wakil Taliban.

Per Selasa sudah ada 58.700 orang keluar dari Afhanistan sejak 14 Agustus. Sekitar 21.600 di antaranya terbang selama 12 jam saja Senin.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menegaskan seharusnya pernyataan Taliban tak berdampak ke warga Afghanistan yang diprioritaskan AS untuk meninggalkan negara itu.

"Harapan kami, yang juga sudah kami sampaikan ke Taliban, mereka harus bisa sampai ke bandara," tegasnya.

Taliban menguasai Afghanistan sejak pekan lalu. Ini menimbulkan kekacauan di mana ramai-ramai negara asing melakukan evakuasi karena situasi yang dinilai tak kondusif.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading