Covid-19 Belum Usai, Impor Vaksin RI Naik US$ 150 Juta

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
18 August 2021 11:53
Infografis/Lebih dari 21 Juta Penduduk Indonesia Telah Divaksinasi COVID-19 Lengkap 2 Dosis!/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin adalah 'senjata' untuk melawan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Kemampuan Indonesia dalam memproduksi vaksin masih terbatas, sehingga kebutuhan vaksin harus didatangkan melalui impor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor produk farmasi pada Juli 2021 bertambah US$ 185,9 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebesar US$ 150 juta disumbang oleh kenaikan impor vaksin.

Namun perlu dicatat vaksin di sini bukan hanya untuk menangkal virus corona. Impor vaksin adalah ini adalah secara keseluruhan untuk penyakit-penyakit lainnya.


"Impor vaksin terbanyak dari Tiongkok, Jepang, dan Spanyol. Terbesar dari Tiongkok," kata Margo Yuwono, Kepala BPS, dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (18/8/2021).

Akhir pekan lalu, Indonesia baru saja kedatangan vaksin anti-virus corona CoronaVac buatan Sinovac, perusahaan farmasi asal China. Vaksin yang datang sebanyak 5 juta dosis jadi dalam kemasan vial @1 mililiter (2 dosis). Tambahan vaksin ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19 di Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr. Penny K. Lukito, MCP mengatakan bahwa dengan kedatangan vaksin, total vaksin yang telah didatangkan ke Indonesia mencapai lebih dari 185 juta atau mendekati angka 200 juta dosis. Mulai Agustus 2021 program vaksinasi nasional telah diperluas dan dipercepat dengan target 2 juta dosis per hari. Hingga hari ini, lebih dari 50 juta orang di Indonesia telah mendapatkan vaksinasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Covid-19 Mau Datang Lagi, Bisa Bikin RI Lulus Resesi?


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading