Mau Konversi Motor BBM ke Listrik? Ongkosnya Rp 10 Juta lho

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 August 2021 11:30
Pekerja memindahkan motor kedalam kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (20/2/2018). Menurut data AISI penjualan kendaraan roda dua pada Januari 2018 meningkat menjadi 482.537 unit dibanding Desember 2017 lalu yang hanya 415.996 unit dan juga pada Januari 2017 sebesar 473.879 unit. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Salah satu langkah untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik adalah dengan melakukan konversi motor berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM) ke motor listrik.

Untuk itu, Kementerian ESDM meluncurkan proyek uji coba (pilot project) konversi sepeda motor mesin penggerak bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik, hari ini, Rabu (18/08/2021).

Proyek uji coba ini dilakukan di Bengkel Resmi Konversi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan EBTKE (P3TKEBTKE/P3Tek), Gunung Sindur, Bogor.


Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, saat ini biaya untuk konversi motor berbasis BBM menjadi motor listrik masih di kisaran Rp 10 juta per unit.

Dia menilai, tantangan ke depan adalah bagaimana berbagi teknologi sehingga manfaatnya semakin luas, khususnya di pedesaan. Masyarakat pun nantinya tidak perlu membeli motor baru, namun bisa memanfaatkan kerangka yang lama.

Menurutnya, untuk menumbuhkan tingkat keekonomian, maka pasar harus bisa diciptakan. Dia mengatakan, pada 2030 ditargetkan konversi sepeda motor akan mencapai 1,3 juta unit. Jika permintaannya besar, maka akan direspons oleh industri komponen.

"Ini kalau dia produksi komponen skala besar, ini akan lebih murah dan lebih efisien, maka tadi disampaikan bahwa biaya konversi ini masih sekitar Rp 10 juta, lumayan bagus, masuk bengkel butut, tapi keluar lebih mulus," paparnya dalam acara peluncuran "Pilot Project Program Konversi Sepeda Motor BBM Ke Listrik", Rabu (18/08/2021).

Arifin meminta kepada pihak Kementerian Perhubungan untuk memberikan sertifikasi uji coba hasil modifikasi ini, dan yang paling penting, imbuhnya, adalah faktor keselamatan (safety). Dia berharap agar ke depannya ada tindak lanjut dari Badan Litbang Kementerian ESDM untuk membuat vokasi program pelatihan kepada UKM.

"Selain pada UKM juga pada kepada anak-anak sekolah kita, STM yang memang di bidang permesinan, sehingga nantinya ini akan jadi teknologi yang bisa dimiliki masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, nantinya masyarakat bisa mandiri melakukan program-program modifikasi sendiri pada motornya. Pihaknya mendorong agar penelitian terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna, kompetitif, dan menarik.

Arifin menjelaskan, tuntutan dunia saat ini adalah mengurangi emisi. Sementara itu, Indonesia kini masih didominasi oleh energi fosil. Padahal sumber daya berbasis fosil seperti minyak bumi terus menurun dan akhirnya menyebabkan impor yang terus membengkak. Di sisi lain, Indonesia juga dianugerahi sumber daya energi baru terbarukan, namun masih minim pemanfaatannya.

"Impor BBM ini akan habiskan devisa besar, sementara kita dianugerahi sumber daya alam energi yang bersih dan terbarukan. Nah ini lah ke depan yang harus kita respons memanfaatkan sumber daya alam energi kita, bersih dan terbarukan gantikan energi fosil secara bertahap," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading