Akan Ada 31 Ribu Cas Kendaraan Listrik, SPBU Kena Dampak?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 January 2022 12:25
Peresmian SPKLU PLN dan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. (CNBC Indonesia/ Cantika Adinda Putri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SKPLU) sebanyak 31.895 unit pada tahun 2030.

Seiring dengan semaraknya pembangunan SPKLU itu, diprediksi akan memiliki dampak positif terhadap pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,44 juta kilo liter (KL) pada tahun 2021 dan 6,03 juta KL pada tahun 2030.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari menyampaikan bahwa, pemerintah melalui Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), menargetkan pembangunan SPKLU sebanyak 572 unit dengan asumsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) R4 sebanyak 125 ribu unit pada Tahun 2021.


"Hingga 31.859 unit pada Tahun 2030 dengan asumsi KBLBB R4 sebanyak 2,19 juta unit pada Tahun 2030," terang Ida, Selasa (4/1/2022).

Dengan banyaknya pengembangan SPKLU dan berkembangkan kendaraan listrik di tanah air. Tentunya hal ini akan mengurangi konsumsi bensin fosil. Kementerian ESDM memperkirakan, semarak pengembangan SPKLU akan berdampak pada konsumsi BBM sebanyak 0,44 juta KL tahun 2021 dan 6,03 juta KL tahun 2030.

Dengan begitu. "Pemerintah bersama dengan PT PLN (Persero) dan Badan Usaha Lainnya telah berupaya mencukupi kebutuhan infrastruktur pengisian KBLBB," ungkap Ida.

Sebagai informasi, pada akhir Tahun 2021 telah tersedia sebanyak 219 unit EV charging station di seluruh Indonesia dengan jumlah KBLBB R4 tercatat sebanyak 1.760 unit. Dengan demikian terdapat rasio sekitar 1:8 antara SPKLU dengan KBLBB R4 yang sudah lebih tinggi dari rasio minimal yang direkomendasikan yaitu 1:10.

Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero), Bob Saril mengklaim bahwa operasional kendaraan listrik lebih ekonomi ketimbang kendaraan biasa.

Dia juga memastikan dengan semaraknya KBLBB dan pengembangan SPKLU di Indonesia, keandalan listrik terjamin khususnya di Jakarta yang pengembangan SPKLU-nya masih yang tertinggi.

"Demand listrik tertinggi di Jakarta sedikitnya di bawah 5000 MW. Dan gardu 9000 MW. Tidak perlu khawatir ini hanya menyedot listrik sedikit," terang dia, Selasa (4/1/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Targetkan 2040 Semua Motor Berbasis Listrik!


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading