Update Polling CNBC Indonesia

Ini Bukti PPKM Mulai Merasuki Ekspor-Impor RI!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
16 August 2021 06:55
Sejumlah truk bongkar muat melintas di kawasan Tj Priok, Jakarta, Jumat, 11/6. Praktik pungutan liar (pungli) hingga saat ini masih merajalela di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Seperti pengakuan beberapa supir kepada Presiden Joko Widodo, Kamis (11/6/2021), saat kunjungan ke pelabuhan utama Indonesia ini kemarin.
Para pekerja kerah biru ini mengeluhkan, bukan terkait masalah beratnya pekerjaan yang digelutinya, melainkan aksi premanisme juga pungutan liar yang kerap terjadi. Dia berharap, pihak aparat bisa lebih memperketat pengamanan area pelabuhan. Selain itu, pihaknya juga berharap ada transparansi biaya pelabuhan untuk semua aktivitas.

Dari dialog yang dilakukan supir truk dengan Presiden Joko Widodo kemarin, praktik premanisme terjadi saat keadaan jalan sedang macet di mana preman naik ke atas truk, lalu menodongkan celurit kepada supir untuk dimintai uang.

Adapun pungli terjadi di sejumlah depo. Pengemudi truk dimintai uang Rp 5.000 - Rp 15.000 supaya bongkar muat bisa lebih dipercepat pengerjaannya. Jika tidak dibayar, maka pengerjaan bongkar muat akan diperlambat. Hal ini terjadi di Depo PT Greating Fortune Container dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta. 
Pantauan CNBC Indonesia dilapangan saat di kawasan JICT tampak jarang hampir tak terlihat himbauan banner stop pungli diarea tempat keluarnya truk.

Suasana dipinggir jalan kawasan Tj Priok arah Cilincing juga tak terlihat para kenek parkir di pinggir jalan semenjak ramenya kasus pungli.
  • Menambah proyeksi Standard Chartered dan Mirae Asset

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia diperkirakan masih menikmati surplus neraca perdagangan pada Juli 2021. Namun ada sinyal bahwa dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai merambat ke kinerja perdagangan Tanah Air.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data perdagangan internasional Indonesia periode Juli 2021 pada 18 Agustus 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan median proyeksi pertumbuhan ekspor 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Kemudian impor diperkirakan tumbuh lebih tinggi yaitu 52,9% yoy. Meski demikian, Indonesia masih bisa membukukan surplus neraca perdagangan senilai US$ 2,24 miliar.


Institusi

Pertumbuhan Ekspor (%yoy)

Pertumbuhan Impor (%yoy)

Neraca Perdagangan (US$ Juta)

Bank Danamon

36.1

56.1

2314

CIMB Niaga

29.3

38.6

3200

ING

29.9

53.6

1780

Bank Mandiri

42.01

58.32

2892.08

Maybank Indonesia

22.84

39.27

2242

BNI Sekuritas

36.61

60.35

1922

MNC Sekuritas

29.88

44.65

2551

Danareksa Research Institute

37.79

58.13

2316

BCA

40.1

52.9

3200

Standard Chartered

20.9

38.3

2076

Mirae Asset

28.5

48.5

2070

MEDIAN

29.9

52.9

2242


Sebagai perbandingan, konsensus pasar yang dihimpun Reuters menghasilkan median perkiraan pertumbuhan ekspor sebesar 30,2%. Sementara impor 'diramal' tumbuh 52,15% dan neraca perdagangan surplus US$ 2,27 miliar.

Meski masih tumbuh tetapi pertumbuhan ekspor dan impor melambat dibandingkan Juni 2020. Kala itu, ekspor melonjak 54,46% yoy dan impor meroket 60,12% yoy.

Halaman Selanjutnya --> PPKM Hambat Aktivitas Ekonomi

PPKM Hambat Aktivitas Ekonomi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading