Luhut: Kasus Covid-19 di Bali Meningkat Usai Acara Keagamaan

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 August 2021 09:30
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Kunjungan ke Bali (Instagram/@Luhut.Pandjaitan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Bali.

Dalam kunjungan ini, Luhut menegaskan penanganan pandemi Covid-19 di Bali masih perlu dioptimalkan.

"Bali itu 91% sudah vaksinasi, hasilnya sudah bagus tapi ini masih stagnan, belum turun, sementara tempat lain sudah turun," kata Luhut dalam keterangan resmi Kamis kemarin, dikutip Jumat (13/8/2021).


Menurut Luhut yang Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, Bali masih harus gencar melakukan 3T (testing, tracing, treatment), juga meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, salah satunya menghindari kerumunan.

"Mohon upacara keagamaan yang agar sementara diredam dan diperketat dulu prokesnya, karena selalu ada laporan setelah acara itu angka Covid-19 langsung meningkat signifikan karena berkerumun," jelasnya.

Luhut menegaskan, arahan itu mengingat berkenaan dengan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, yang akan lebih disorot dalam hal kedisiplinan protokol kesehatan.

Luhut menegaskan bahwa seluruh kabupaten di Provinsi Bali harus menyediakan isoter (tempat isolasi terpusat) dengan fasilitas lengkap mencakup tempat, persediaan makanan, tenaga kesehatan, fasilitas olahraga dan telemedicine.

"Buleleng saya kira bisa dibuat menjadi model. Dari sekian ratus orang yang sudah masuk isoter, belum ada yang meninggal satupun, success rate-nya tinggi" ujar Menko Luhut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut mendampingi Luhut mengatakan, persediaan obat di Bali masih cukup. Indonesia juga sudah mendapat bantuan 300 oxygen concentrator dari Singapura dan Morowali untuk rumah sakit di Bali.

Senada dengan Luhut, Budi mengatakan pemerintah provinsi Bali harus menggencarkan 3T, supaya orang yang terpapar dapat ditangani lebih dini, dan tidak menyebarkan ke orang lain.

"Kalau positif tidak apa-apa, setelah ketahuan langsung dibawa ke isoter supaya tidak menular. Jangan takut tes dan jangan takut melaporkan hasil tes, justru semakin banyak yang melaporkan akan semakin bagus," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Soal Jual Lithium ke China, Luhut: Kita gak Bodo-bodo Amat!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading