Lion Air Merana! Rumahkan Ribuan Karyawan, Balikin 6 Pesawat

News - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
07 August 2021 18:40
Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Lion Mentari Airlines, pengelola Grup Lion Air, menyatakan ada dampak terhadap kondisi perusahaan sehingga perseroan memutuskan untuk melakukan restrukturisasi, salah satunya dengan pihak atau mitra Lion Air Group.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan memang dalam pengoperasian pesawat udara yang dilakukan perusahaan ada dua skema, pertama finance lease yakni sewa beli dan kedua operating lease, yaitu sewa pesawat udara.

Danang mengatakan dalam kondisi pandemi, di luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Lion Air Group melakukan adaptasi (penyesuaian) yang berdampak ke bisnis, salah satunya restrukturisasi.


Keputusan ini, digunakan untuk melakukan perbaikan yang tujuan akhirnya adalah memperbaiki serta memaksimalkan kinerja yang dijalankan perusahaan.

Lion Air Group yang juga mengelola Wings Air dan maskapai layanan full service Batik Air ini sangat perlu melakukan evaluasi kinerja dan melakukan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing.

"Dari 299 armada (pesawat udara) yang dioperasikan baik skema finance lease maupun operating lease, terdapat 6 (enam armada) yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor," demikian disampaikan olehnya, mengutip keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

Keputusan tersebut dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain yang pertama, Lion Air Group sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90% ada kesepakatan serta solusi terbaik di tengah masa waspada pandemi Covid-19.

Kedua, Lion Air Group menilai langka itu tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar (market) yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara.

Kemudian strategi ini juga memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo.

"Keempat mendukung operasional dan kinerja Lion Air Group, karena setelah proses direstrukturisasi, biaya mengalami penurunan," ujarnya.

Dia menambahkan, Lion Air Group senantiasa menghormati berbagai sikap yang diambil atas keputusan berdasarkan prosedur dan ketentuan berlaku sejalan mengutamakan asas profesionalitas bisnis (corporate to corporate) yang telah terjalin selama ini.

Adapun Lion Air Group memastikan operasional dan layanan penerbangan tetap dijalankan sesuai permintaan pasar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan sesuai pedoman protokol kesehatan.

"Pesawat udara yang ada dan belum dioperasikan tetap dilakukan proses perawatan pesawat udara dan pengerjaan lain berdasarkan standar operasional prosedur. Hal ini memastikan dan dipersiapkan bahwa seluruh armada dinyatakan layak dan aman diterbangkan (airworthiness for flight)," tuturnya.

Merumahkan Karyawan

Hingga saat ini, dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan, Lion Air Group tetap beroperasi secara bertahap, rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal sebelumnya (sebelum pandemi Covid-19) yakni rerata 1.400 penerbangan per hari.

Kondisi pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi, terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi, sementara operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar. Sebab itu, Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan.

Skema pemulihan ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat. Kondisi pasar dan jumlah penumpang yang mengalami penurunan, sehingga mengakibatkan jumlah frekuensi terbang (produksi layanan penerbangan) faktanya juga menurun.

Oleh karena itu, dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan Kerja/ PHK) menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25%-35% karyawan dari 23.000 karyawan. Dengan persentase itu maka jumlah yang dirumahkan sekitar 5.750-8.050 orang.

Selama mereka (karyawan) yang berstatus dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan. Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai dengan bagian (unit) masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Keputusan berat tersebut diambil bertujuan utama sebagai konsentrasi efektif dan efisien, sejalan mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi Covid-19," terangnya.

Terakhir dia menegaskan, Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan rancangan penyusunan (cetak biru/ blue print) dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisir (mengurangi) beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bus Tabrak Hidung Pesawat Batik Air, Kok Bisa?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading