Internasional

'Pecah Telor' Covid di Negeri Xi Jinping, Ini Kronologinya

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
06 August 2021 14:53
Residents gather to watch a large video screen outside a shopping mall showing Chinese President Xi Jinping speaking during an event to commemorate the 100th anniversary of China's Communist Party at Tiananmen Square in Beijing, Thursday, July 1, 2021. China's ruling Communist Party is marking the 100th anniversary of its founding with speeches and grand displays intended to showcase economic progress and social stability to justify its iron grip on political power. (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - China saat ini kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Dalam laporan Jumat (6/8/2021), kasus baru menyentuh angka tertinggi sepanjang gelombang baru ini, 124 kasus Kamis (5/8/2021).

Angka ini naik dari sebelumnya 85 kasus. Dari data itu, 80 kasus merupakan transmisi lokal, naik dari sehari sebelumnya 62 kasus.


Mengutip Reuters, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan lonjakan infeksi masih terjadi di provinsi Jiangsu. Di mana ada 61 kasus baru yang dilaporkan atau naik dari sehari sebelumnya 40 kasus.

Bagaimana kasus bermula?

Awalnya infeksi dalam jumlah besar ini pertama kali ditemukan di Nanjing, Provinsi Jiangsu 20 Juli lalu. Penyebaran kasus terbaru ini pertama kali muncul di antara pembersih kabin pesawat yang bekerja di Bandara Internasional Nanjing Lukou.

Virus ini kemudian menyebar melalui lingkungan kerja dan aktivitas sosial mereka. Dalam penyelidikan, diduga virus ini awalnya dibawa masuk melalui sebuah penerbangan Air China CA 910 yang terbang dari Moskow ke kota itu.

Diketahui penerbangan itu membawa 69 penumpang pasien Covid dari Rusia. Kemudian virus ini menyebar ke lebih banyak lokasi, termasuk hotspot wisata Zhangjiajie di Provinsi Hunan.

Turis yang kembali dari Zhangjiajie membawa virus itu ketika mereka kembali ke rumah, termasuk ke ibu kota China. Beijing melaporkan dua kasus baru pada 1 Agustus dan satu infeksi tanpa gejala terkait dengan wabah yang berasal dari Zhangjiajie.

Selain itu, banjir besar yang terjadi di Zhengzhou, Provinsi Henan, juga menjadi biang keladi dari penyebaran ini. Pasalnya, infeksi baru melibatkan petugas kebersihan, staf medis dan pasien rawat inap sementara bencana banjir juga membuat fasilitas kesehatan ramai.

Untuk melawan makin mewabahnya varian yang ditemukan pertama kali di India itu, jutaan orang bahkan kini dikunci (lockdown). Pengetatan pergerakan dan karantina wilayah dilakukan, bukan hanya di provinsi hotspot kasus tapi juga sampai ke ibu kota Beijing.

Di Beijing sejak awal pekan pejabat kota meminta penduduk untuk tidak meninggalkan kota itu. Semua jalur kereta api, bus dan udara dari daerah-daerah episentrum corona ditemukan diputus.

Wisatawan juga dilarang datang ke Beijing walau kini tengah puncak liburan musim panas di negeri itu. "Hanya pelacong penting yang diizinkan masuk jika tes asam nukleatnya negatif," ujar pejabat Beijing.

Sementara kota wisata Zhangjiajie juga dikunci sejak akhir pekan lalu. Total penduduk kota itu sebanyak 1,5 juta.

Kota Zhuzhou, yang berada di dekatnya dengan 1,2 juta penduduk juga digembok tiga hari. Ini bersamaan dengan pengujian massif yang dilakukan pemerintah dan vaksinasi di seluruh kota.

Terbaru, kasus varian Delta juga ditemukan di ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan. Kota ini dulunya menjadi awal mula penyebaran Covid-19 di akhir 2019. Hingga saat ini, China telah mencatat total 93.374 kasus dan 4.636 kematian sejak wabah itu pertama kali muncul akhir 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Catatkan Tak Ada Tambahan Kematian, Covid Mulai Landai!


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading