Jokowi Terbang ke UEA 3 November, Ada Deal Proyek Apa Lagi?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 August 2021 11:28
Abu Dhabi's Crown Prince Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, left, and Indonesian President Joko Widodo wave at photographers during their meeting at the presidential palace in Bogor, Indonesia, Wednesday, July 24, 2019. (AP Photo/Dita Alangkara, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 3 November 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab (UEA), H.E. Husin Bagis.

Dalam acara Deklarasi Financial Close PLTS Terapung Cirata, kemarin, Selasa (03/08/2021), dia mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi bukti nyata dari masih adanya investasi asing yang masuk RI meski di tengah badai pandemi.

"PLTS ini termasuk PSN jadi bukti nyata dari aliran foreign direct investment Indonesia meski di tengah pandemi," paparnya.


PLTS Terapung Cirata, Purwakarta, Jawa Barat berkapasitas 145 Mega Watt AC(MWAc) ini telah mengamankan pendanaan (financial close) pada 2 Agustus 2021 dari lembaga keuangan internasional yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Societe Generale, dan Standard Charter Bank.

Proyek PLTS ini bakal menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara. Proyek ini diperkirakan akan menelan investasi sekitar US$ 145 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$) karena setiap 1 MW diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 1 juta. Adapun sumber pendanaan berasal dari 80% pinjaman dan 20% modal perusahaan.

Pengembang proyek PLTS ini yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE). PMSE merupakan perusahaan patungan antara PT PJBI (51%), unit usaha PT PLN (Persero), dan Masdar (49%), unit usaha Mubadala, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab.

"Penyampaian financial close ini gak mudah, proses perizinan dan tahapan harus dilakukan. PLTS Terapung pertama di RI dan terbesar di Asia Tenggara. Berkat dukungan semua pihak hingga proyek ini jalan lancar dan baik," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, proyek ini ditandatangani di depan Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Januari 2020 lalu. Ini merupakan babak baru kerja sama Indonesia dan UEA di bidang EBT.

"Presiden Joko Widodo insya Allah November tanggal 3 akan ada di Abu Dhabi, mudah-mudahan ada proyek sejenis dari PLN untuk PJB yang ditandatangani dengan Masdar. Ada follow up dari proyek yang sekarang ada 3-4 bulan dari hari ini," ungkapnya.

Menurutnya, proyek PLTS Terapung Cirata memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Jawa Barat karena bisa menerangi 50 ribu rumah dan menyerap hampir 800 tenaga kerja. Capaian ini dia sebut menjadi kado indah bagi Tanah Air.

"Mengingat target bauran 23% pada 2025, masih terbuka lebar, kami harap Masdar dan lainnya bisa kontribusi dalam upaya ini, mengingat mereka telah jalankan komitmen 1 GW pembangunan energi terbarukan di Indonesia," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading