Internasional

Kronologi Skandal Seks New York hingga Biden Minta Mundur

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
04 August 2021 10:05
While New York Gov. Andrew Cuomo, left, looks on, Vice President Joe Biden speaks during a news conference at LaGuardia Airport in New York, Tuesday, June 14, 2016. Cuomo and Biden were helping to announce and break ground on major infrastructure improvements at the airport. (AP Photo/Seth Wenig)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rakyat Amerika Serikat (AS) digegerkan dengan sebuah laporan resmi tentang Gubernur New York Andrew Cuomo. Ia terbukti melecehkan 11 wanita secara seksual, Selasa (3/8/2021).

Jaksa Agung New York Letitia James merangkum penyelidikan selama berbulan-bulan dengan kesimpulan itu. Rekan Biden di Partai Demokrat tersebut terbukti melanggar undang-undang federal dan negara bagian.


Dalam laporan setebal 165 halaman terungkap bagaimana pengakuan 179 saksi. Lingkungan kerja yang diciptakan di kantor Cuomo disebut penuh ketakutan dan intimidasi.

"Apa yang terungkap dari penyelidikan adalah pola perilaku mengganggu dari gubernur negara bagian New York," tegas James, dimuat Reuters. "(Sebanyak) 11 wanita berada di lingkungan kerja tak bersahabat dan 'beracun'."

Lalu bagaimana kronologinya?

Kasus ini sebenarnya bermula sejak Maret lalu. Pada saat itu Cuomo menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari tiga orang wanita, dua adalah mantan stafnya sendiri.

Seorang mantan stafnya, Charlotte Bennett, mengatakan Cuomo menanyakan tentang kehidupan seksnya. Ia bertanya apakah Bennett akan terbuka untuk menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua,  termasuk ketertarikannya pada suatu perselingkuhan.

Mantan staf lainnya, Lindsey Boylan, mengatakan Cuomo mengomentari penampilannya secara tidak tepat. Bahkan, menciumnya tanpa persetujuannya di akhir pertemuan dan pernah menyarankan mereka bermain poker telanjang saat berada di pesawat jet milik negara.

"Bagaimana warga New York bisa mempercayai Anda @NYGovCuomo untuk memimpin negara bagian kami jika Anda tidak tahu ketika Anda bersikap tidak pantas dengan staf Anda sendiri?" klaim Boylan dalam akun media sosial miliknya.

Hal senada juga diungkap Anna Ruch. Ia mengatakan kepada The New York Times bahwa Cuomo meletakkan tangannya di wajahnya dan bertanya apakah dia bisa menciumnya.

Ini terjadi beberapa saat setelah mereka bertemu di sebuah pernikahan September 2019 di Manhattan. Pertanyaan tersebut mengejutkan bagi Ruch.

Cuomo sendiri sempat menanggapi hal ini dengan meminta maaf akibat tindakan yang dianggap sebagai pelecehan itu. Ia menganggap bahwa hal itu ia lakukan secara tidak sengaja.

"Sekarang saya mengerti bahwa saya bertindak dengan cara yang membuat orang merasa tidak nyaman," kata Cuomo. "Itu tidak disengaja dan saya benar-benar dan sangat meminta maaf untuk itu."

Namun, ia juga menegaskan bahwa perilakunya disalahpahami para penuduhnya. Pria yang memiliki tiga anak perempuan itu menegaskan tak pernah menyentuh siapapun secara tidak pantas.

"Saya ingin Anda tahu ... saya tidak pernah menyentuh siapa pun secara tidak pantas atau melakukan rayuan seksual yang tidak pantas," kata Cuomo.

"Saya berusia 63 tahun. Saya telah menjalani seluruh kehidupan dewasa saya di depan umum. Itu bukan siapa saya."

Cuomo sebenarnya sosok potensial di Demokrat sebagai calon presiden di 2024. Apalagi jika Biden memutuskan tidak mencalonkan diri kembali.

Ia menjadi gubernur sejak 2011. Namanya sempat melambung kala ia tegas menentang mantan Presiden Donald Trump dalam kebijakan penanganan Covid-19 di wilayah itu.

Kini, berdasar laporan Jaksa Agung New York, Presiden Joe Biden pun bersuara. Ia meminta agar Cuomo, rekan satu Demokrat-nya itu, mengundurkan diri.

"Dia harus mengundurkan diri," tegasnya di Gedung Putih, dikutip CNBC International Rabu (4/8/2021).

Biden juga mengatakan legislatif negara bagian bisa memutuskan untuk memakzulkan. Ini jika sang gubernur menolak mundur.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

AS Geger Skandal Seks New York, Biden Minta Mundur


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading