Sedih! 18% Kasus Kematian Ibu Hamil karena Covid-19

News - yun, CNBC Indonesia
30 July 2021 18:40
Ilustrasi Wanita Hamil (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Dr. Ari Kusuma Januarto mengatakan berdasarkan data terahir dari Kementerian Kesehatan tercatat ada 2.179 ibu hamil yang meninggal.

"Kematian ibu hamil ada 2.179 kasus dan hampir 18% di antaranya adalah kematian akibat Covid-19. Artinya ibu hamil cukup menyumbang untuk terjadinya menambah angka kematian. Di mana kita tahu kematian ibu merupakan PR bersama dan program pemerintah menurunkan angka kematian," ujarnya saat konferensi pers secara virtual, Jumat (30/7/2021).

Sementara itu, berdasarkan data pula, dari 536 ibu hamil, sebanyak 51,9% di antaranya adalah OTG. Untuk itu dia menegaskan bahwa ibu hamil bisa divaksin namun saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.


"Bisa (vaksin), bisa. Semoga segera ada regulasinya. Kita mempersiapkan screeningnya, kita mudah-mudahan bisa segera ibu hamil divaksin," katanya.

Menurut dia, menjadi perhatian terkait dengan ibu hamil dan dokter spesialis hingga tenaga kesehatan selama masa pandemi. Catatannya, saat ini dokter spesialis obgyn ada 45 orang yang meninggal. Bisa dikatakan, 20% sampai 30% terjadi dalam satu bulan ini.

"Dokter obgyn sangat berhubungan, memang kita akui bahwa data 536 dari ibu hamil didapatkan selama ini, ada sekitar 51% yang OTG," imbuhnya.

Ada 4 alasan kenapa dokter obgyn bisa terpapar. Pertama saat praktik, kedua di kamar bersalin, ketiga di kamar operasi dan terakhir saat visit ke ruangan pasien.

Pada kesempatan yang sama, SpOG(K) - Sekjen POGI, Prof Dr dr Budi Wiweko menegaskan bahwa vaksin penting untuk ibu hamil karena tak hanya meminimalisir risiko kematian tapi juga mencegah dokter spesialis dan tenaga kesehatan serta bidan dan dokter umum terpapar.

Dia menambahkan, Komunikasi dengan ITAGI dan kemenkes menyepakati vaksinasi segera di lakukan. Selanjutnya, POGI sudah siapkan form pencatatan, akan memantau semua ibu hamil yang mendapatkan vaksinasi.

"Semoga Juknis dikeluarkan. Semoga bisa minggu depan, surat edaran kemenkes bisa dikeluarkan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading