Bukan Malaysia, Negara ASEAN Ini Ketakutan Mobil Buatan RI

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 July 2021 16:45
Mobil ekspor di pelabuhan IPCC, Tanjung Priok. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa produk Indonesia di pasar ekspor membuat negara lain panik. Negara lain terus mencari cara agar ekspor produk Indonesia bisa dihambat.

Salah satu negara tersebut adalah Filipina yang coba menjegal produk otomotif Indonesia melalui safeguard berupa bea masuk tindakan pengamanan perdagangan sementara (BMTPs) pada awal Januari lalu.

Namun, Filipina tidak bisa asal menerapkan BMTPs, namun harus terlebih dahulu membuktikan bahwa Indonesia melakukan pelanggaran. Komisi tarif Filipina juga sudah melakukan penyelidikan formal yang akan menentukan apakah menemukan pelanggaran tersebut. Kabar teranyar, Filipina gagal membuktikannya.


"Karena nggak memenuhi persyaratan. Jadi ada beberapa persyaratan bahwa impor dari Indonesia menimbulkan sudden increase itu nggak terjadi, syarat-syaratnya nggak terpenuhi jadi sudah didrop. Kemarin dapat pemberitahuan jadi nggak bisa diberlakukan," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/7/21).

Ketika aturan itu diberlakukan sejak 5 Januari hingga 200 hari berikutnya, importir mobil harus memberi jaminan tunai senilai P70.000 atau setara dengan Rp20,2 juta per mobil penumpang impor, serta P110.000 atau setara dengan Rp31,8 juta per mobil niaga ringan. Akibatnya, harga mobil dari Indonesia menjadi lebih tinggi dan sulit bersaing di Filipina.

Namun aturan ini tidak berlaku bagi kendaraan penumpang dengan nilai free on board di atas US$ 25 ribu serta kendaraan ringan komersial dengan nilai di atas US$ 28 ribu, termasuk kendaraan kegunaan khusus maupun Semi-Knocked Down (SKD) serta Completely Knock Down (CKD).

"Ekspor Indonesia ke Filipina akan terus jalan, diharapkan segera normal. Salah satu tujuan ekspor tertinggi dari Indonesia ke Filipina. Kondisinya kemarin ada anomali di sana karena dalam kondisi lockdown, justru keperluan kendaraan bermotor dari info yang kami terima dari sana, ternyata meningkat," kata Kukuh.

"Kadang-kadang bentuk proteksi berbagai negara. Yang justru paling banyak melakukan proteksi dari sesama negara ASEAN," lanjutnya.

Filipina memang menjadi pasar empuk bagi pabrikan mobil Indonesia. Tahun 2019 lalu saja jumlah mobil yang berhasil tercatat sebagai ekspor mencapai 86 ribu kendaraan. Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda menjadi 5 eksportir terbesar, kemudian diikuti Isuzu, Wuling maupun Hyundai.

Saat ekspor mobil Indonesia sengaja dihadang oleh otoritas Filipina, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga ikut bereaksi.

"Industri berteknologi tinggi kita juga dijahilin, kita juga diganggu. Contoh yang saya lagi kesal gitu kan ya kita ini menjual kira-kira US$ 1,5 miliar mobil kita ke Filipina. Nah, Filipina ini sekarang menetapkan safeguard untuk industri mereka di Filipina dari mobil kita," kata dia Rabu (27/1/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading