Pemerintah Nunggak Nyaris Rp 200 M, Pengusaha Hotel Teriak!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 July 2021 09:52
Hotel JW Marriot Surabaya (Tangkapan Layar Website marriott.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan pengusaha hotel masih terus berharap agar pemerintah segera merealisasikan tunggakan utang yang nilainya hampir Rp 200 miliar atau tepatnya Rp 196 miliar.

Hotel-hotel ini digunakan untuk isolasi mandiri atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Satgas Penanganan Covid-19. Sayangnya, hingga kini masih belum ada pembayaran utang tersebut kepada hotel secara resmi.

"Tunggakan pemerintah terhadap hotel yang belum dibayar masih belum diselesaikan sampai hari ini, masih dalam proses beberapa hal yang harus dipenuhi, mereka akan audit dan sebagainya, itu hasil rapat terakhir," kata Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, dikutip Rabu (28/7/2021)


Di sisi lain, hotel juga sulit mendapatkan omset dari sektor lain. Selain adanya larangan penggunaan hotel bagi masyarakat umum bagi hotel yang menjalankan program isolasi mandiri, sektor hotel juga harus terdampak akibat penerapan PPKM level 4.

Maulana mengungkapkan penerapan PPKM level 4 membuat hotel tidak bisa menjalankan kegiatan seperti pernikahan atau pertemuan di ballroom. Padahal, itu menjadi sumber pendapatan bagi hotel. Otomatis yang diizinkan hanya tamu menginap, padahal okupansinya kecil. Ia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan kewajibannya.

"Kami berharap pemerintah untuk menyegerakan (pembayaran), karena kasihan mereka kondisi seperti ini hidup mereka satu-satunya dari sana, kami harap jadi skala prioritas pemerintah untuk diselesaikan karena ini sudah cukup lama," kata Maulana.

Jumlah hotel yang terkena dampak utang dari pemerintah ini tidak sedikit. Ketua Perhimpunan Hotel dan restoran (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan ada 21 hotel yang belum mendapatkan bayaran untuk isoman di Jakarta.

"Sampai saat ini belum dibayar, masih berproses ada sekitar Rp 196 miliar untuk isoman yang sedang berproses, untuk 21 hotel di Jakarta. Ini proses pembayaran menunggu approval Ditjen Anggaran di Kementerian Keuangan, ini nanti harusnya masuknya dari BNPB, karena awalnya order dari sana," ungkap Hariyadi dalam konferensi pers virtual Apindo-Kadin, Rabu (21/7/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading