Apa Sih Keuntungan RI Jadi Presidensi G20 di 2022?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 July 2021 18:02
Jokowi di KTT G20, 21 November 2020/Biro Setpres

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia akan menjadi tuan rumah sekaligus Presiden G20 pada 2022, sesuai kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai Presidensi Indonesia dalam kelompok G20 bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan perdagangan Indonesia.

"Ini adalah kepercayaan yang luar biasa dari negara-negara G20 dan harus dimanfaatkan sebagai salah satu momentum kebangkitan ekonomi dan perdagangan," kata Jerry, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).


Dengan presidensi Indonesia di G20 diharapkan Indonesia bisa memasukkan agenda-agenda khususnya berkaitan dan menjadi fokus kepentingan nasional saat ini. Indonesia sendiri mengusung tema recover together recover stronger.

Menurut Jerry, tema tersebut mencerminkan semangat bersama untuk pulih secara ekonomi dan kesehatan di antara negara-negara G20. Tahun ini ditargetkan menjadi tahun awal bagi berjalannya ekonomi nasional maupun ekonomi dunia.

Jerry mengemukakan ekonomi dunia tak hanya diharapkan pulih melainkan juga menjadi lebih kuat. Adaptasi yang dilakukan baik dalam konteks kesehatan masyarakat maupun adaptasi dalam konteks hubungan ekonomi diharapkan bisa meletakkan dasar bagi proses ekonomi dan perdagangan yang lebih baik.

Dalam masa pandemi, Indonesia melakukan langkah-langkah yang sangat baik khususnya dalam ekonomi dan perdagangan. Secara makro, ekonomi Indonesia relatif bisa melakukan mitigasi dampak Covid-19.

Sedangkan dalam proses perdagangan Indonesia bisa mengelola pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan kesehatan relatif baik. Kelangkaan dalam alat kesehatan dan kebutuhan penanganan corona pun tidak berlangsung berlarut-larut.

Selai itu, sejumlah indikator perekonomian pun relatif membaik tercermin dari surplus neraca perdagangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, bukan tidak mungkin surplus semakin cerah ke depannya.

"Kita berharap dengan penyelesaian banyak perjanjian perdagangan kontribusi ekspor Indonesia bagi PDB bisa meningkat terus," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading