Dear Pemerintah, WHO Minta Perketat PPKM bukan Dilonggarkan

News - yun, CNBC Indonesia
24 July 2021 14:10
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia menerapkan penguncian wilayah lebih ketat dan luas guna mengurangi lonjakan kasus covid-19.

Dalam laporan terbaru "Corona Disease 2019 (Covid-19) Situation Report in Indonesia" yang terbit 21 Juli, WHO memperlihatkan bagaimana kasus di Indonesia menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi dari 12 hingga 18 Juli 2021.

"Ini menunjukkan pentingnya penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial ketat, termasuk pergerakan, di seluruh negeri," ujarnya mengutip laporan tersebut, Sabtu (24/7/2021).


WHO tidak hanya memberikan himbauan namun juga data-data terbaru soal perkembangan corona di Indonesia. WHO menyertakan beberapa data peningkatan di beberapa provinsi, termasuk juga mengenai penyebaran varian Delta yang semakin mengkhawatirkan.

"Selama 12 hingga 18 Juli, 32 dari 34 provinsi melaporkan peningkatan jumlah kasus sementara 17 di antaranya mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan yakni sebesar 50%," bunyi laporan itu.

"21 provinsi (8 provinsi baru ditambahkan sejak minggu sebelumnya) kini telah melaporkan varian Delta dan proporsi tes positif lebih dari 20% di 33 dari 34 provinsi," demikian disampaikan.

Sementara itu, masih pada laporan yang sama, dijelaskan bahwa selama 12-18 Juli 2021, ada enam provinsi yang memiliki risiko tinggi. Padahal pada pekan sebelumnya hanya ada dua provinsi yang terpantau memiliki risiko penularan yang tinggi.

"Insiden kasus covid-19 per 100.000 penduduk adalah sebanyak 753,9 di DKI Jakarta, kemudian 305,1 di DI Yogyakarta, selanjutnya 196,8 di Papua Barat, 182,0 di Kalimantan Timur, 174,7 di Riau Kepulauan dan 152,9 di Kalimantan Utara," demikian disampaikan.

Berdasarkan pedoman sementara WHO, hal ini berarti ada risiko penularan yang sangat tinggi bagi masyarakat umum dan jumlah kasus yang didapat secara lokal dan tersebar luas terdeteksi dalam kurun waktu 14 hari.

Informasi saja, hingga Jumat (23/7/2021) pukul 12.00 WIB, ada 49.071 kasus baru sehingga tambahan kasus tersebut membuat angka Covid-19 di Indonesia secara total menjadi 3.082.410 kasus.

Pada hari ini pula, tercatat tambahan kasus sembuh sebanyak 38.988 menjadi 2.431.911. Sayangnya, kasus kematian juga masih terus bertambah bahkan lagi-lagi mencatat rekor, dengan tambahan 1.566 menjadi 80.598 kasus kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading