Mantan Dirut PLN Nur Pamudji Bebas dari Kasus Korupsi Rp173 M

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
19 July 2021 18:10
Nur Pamudji (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji bebas dari jeratan gugatan hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus korupsi Rp 173 miliar.

Hal ini berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung.

"Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa kabul. Batal judex factie. MA mengadili sendiri onslag," kata juru bicara MA, Hakim Agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Senin (19/7/2021).


Lepasnya Nur Pamudji diketok oleh majelis kasasi yang diketuai Suhadi dengan anggota Prof Abdul Latief dan Prof Krisna Harahap. Adapun panitera pengganti adalah Murganda Sitompul.

Perlu diketahui, kasus itu terjadi bermula pada 2010. Saat itu, Nur Pamudji adalah Direktur Energi Primer PLN. Lalu pada 2012, Nur Pamudji menjadi Direktur Utama PLN.

Saat itu, dilakukan pengadaan barang yang dilakukan PLN untuk BBM jenis High Speed Diesel (HSD) demi memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Muara Tawar, Tambak Lorok, Gresik, dan Grati, Belawan, serta Tanjung Priok dan Muara Karang.

Dirut PT TPPI Honggo Wendratno mengetahui rencana PLN tersebut. Lalu Honggo melakukan perbuatan sedemikian rupa dengan maksud agar PT TPPI bisa menjadi rekanan PLN untuk memasok BBM jenis HSD. Namun rangkaian perbuatan itu membuat PLN jebol ratusan miliar rupiah.

Pada 2015, kasus ini dibidik Mabes Polri dan Nur Pamudji jadi tersangka. Setelah bertahun-tahun berkas disidik Mabes Polri, akhirnya kasus ini masuk ke PN Jakpus.

Pada 13 Juli 2020, PN Jakpus menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan kepada Nur Pamudji karena dinilai korupsi secara bersama-sama. Di tingkat banding, Nur Pamudji diperberat hukumannya menjadi tujuh tahun penjara.


INFORMASI SELENGKAPNYA >>> KLIK DI SINI


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading