Calon 'Pembunuh' Avanza Siapkan Kejutan, Masih Rahasia!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 July 2021 13:30
Honda Tampilkan LSUV 7 Seater. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil 7-seater masih menjadi andalan agen tunggal pemegang merk (ATPM) dalam penjualan di Indonesia. Selain Toyota dengan Avanza, Honda juga bakal mengeluarkan N7X Concept. Teranyar, ada kemungkinan Honda juga bakal mengeluarkan 'senjata' lain dalam bentuk mobil anyar BR-V.

Hal ini terlihat melalui desain paten anyar yang diduga Honda BR-V melalui laman di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM Indonesia.

Dari Berita Resmi Desain Industri No.17/DI/2021 yang terbit pada 31 Juni 2021. Pemohonnya adalah Honda Motor Co yang didaftarkan sejak 24 Desember 2020. Namun, pihak HPM belum mau banyak bicara mengenai ini.


"Wah kalau informasi mengenai model baru belum bisa kali sampaikan sekarang," kata Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM Yusak Billy kepada CNBC Indonesia, Senin (19/7/21).

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan BR-V anyar bakal lahir. Apalagi persaingan mobil di kelas 7-seater juga keras, termasuk upaya menggulingkan Avanza sebagai mobil terlaris.

"Nanti kami informasikan secara resmi pada waktunya yah," sebut Billy.

Kehadiran mobil ini tentu menjadi penantian banyak orang. Setelah dirilis 2016 lalu, HPM baru sekali melakukan facelift yakni di tahun 2016.

Selain BR-V, Honda juga mendaftarkan desain paten anyar di DJKI Kemenkumham. Mobil tersebut diduga merupakan HR-V yang didaftarkan pada 30 Oktober 2020 lalu. Hal ini diketahui melalui Berita Resmi Desain Industri No.17/DI/2021 yang terbit pada 7 Juni 2021. Pembuat desain mobil tersebut adalah Daisuke Akojima yang diketahui merupakan desainer eksterior HR-V.

Di Jepang, Honda sudah memperkenalkan generasi ketiga HR-V sejak Februari 2021. Dua bulan kemudian, mobil ini dijual dengan harga mulai 2.279.200 yen atau setara Rp 307 jutaan.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading