PPKM Darurat Belum Ngefek, Corona RI Juara ke-2 Dunia

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
18 July 2021 19:30
Sejumlah satgas pemulasaran jenazah covid-19 bersiap untuk memakamkan jenazah covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri di Jalan Camat Gabung, Jagakarsa, Lenteng agung, Jakarta, Jumat (16/7/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Sejumlah satgas pemulasaran jenazah covid-19 bersiap untuk memakamkan jenazah covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri di Jalan Camat Gabung, Jagakarsa, Lenteng agung, Jakarta, Jumat (16/7/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melaporkan perlambatan jumlah penambahan kasus baru Covid-19 pada hari ini Minggu (18/7/2021). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sayangnya belum ampuh dan karenanya belum akan dicabut.

Kementerian Kesehatan menyatakan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 44.721 atau menurun dibandingkan dengan penambahan kasus kemarin sebanyak 51.952 kasus. Dengan demikian, akumulasi kasus positif secara nasional mencapai 2.877.476.

Jumlah pasien yang sembuh bertambah sebanyak 29.264 orang, sehingga secara akumulasi tingkat kesembuhan dialami oleh 2.261.658 orang. Angka kematian pun relatif flat, sebanyak 1.093 jiwa, dibandingkan dengan angka kematian kemarin sebanyak 1.091 jiwa.


Jika mengacu pada grafik, perlambatan kasus hari ini merupakan yang ketiga kali secara beruntun setelah perlambatan pada Sabtu (17/7) kemarin dan Jumat (16/7) (sebanyak 54.000). Rekor kasus baru harian tertinggi sepanjang pandemi dicapai pada Kamis (15/7/2021) mencapai 56.757 kasus.

Namun jika mengacu pada target awal, ketika PPKM Darurat diumumkan, Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan kebijakan baru tersebut bakal menurunkan jumlah kasus baru Covid-19 menjadi 10.000 orang per hari. Dengan demikian, perlandaian kasus dalam 3 hari terakhir masih jauh dari target.

Hal ini membuka peluang PPKM Darurat diperpanjang guna mengendalikan kasus penyebaran virus lebih lanjut. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa PPKM Darurat bisa diperpanjang hingga 6 pekan di tengah masih tingginya kasus Covid-19.

Jenderal lapangan pengendalian pandemi, yakni Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya mengklaim bahwa PPKM Darurat efektif untuk mengendalikan pandemi. Dua hari kemudian, ia membuat pernyataan berbeda dengan menyebut virus Covid-19 varian delta sulit dikendalikan.

Dalam pernyataan resminya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji menggelar rapat evaluasi PPKM Darurat, di mana salah satunya mengevaluasi pemberlakuan pembatasan mobilitas di 100 titik penyekatan.

"Jadi kami rapat koordinasi tadi melakukan evaluasi dan harapannya hari-hari ke depan sambil menunggu keputusan pemerintah terkait PPKM darurat, kita siap-siap laksanakan bersama," tutur dia pada Minggu (18/7/2021). DKI-provinsi terpadat kedua nasional-selama ini menjadi penyumbang utama kurva kenaikan kasus Covid-19.

Anies menyatakan Jakarta siap apabila masa PPKM Darurat kembali diperpanjang. Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat yang dikomandoi Luhut (untuk PPKM Jawa Bali). Di luar itu, PPKM Mikro di luar Jawa Bali masih dijalankan, di bawah komando Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Indonesia Terburuk Kedua Dunia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading