Ini 10 Negara Pemasok Alkes ke RI, Juaranya China!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
08 July 2021 09:23
Petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mendata pasien untuk masuk ke dalam bus sekolah di Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Puskesmas Kecamatan Setiabudi  pada hari ini menjemput pasien Covid-19 sebanyak 50 orang. Puluhan pasien tersebut dibawa ke Wisma Atlet. Data Covid-19 hingga Senin (28/6/2021) mencatat total ada 2,1 juta orang positif di Indonesia. Sementara itu, total kematian sudah mencapai 57,561 orang. Pemerintah akan mengumumkan revisi aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro pada petang ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan akan memberlakukan PPKM Darurat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Kebijakan ini tidak lepas dari kondisi kasus positif Covid-19 harian di Indonesia sudah mencapai 20 ribuan per hari, semakin naik dibanding sebelumnya. Sementara itu jika merujuk pada data worldmeter, Indonesia berada di urutan ke 17. Adapun jumlah tes yang dilakukan terbilang minim hanya 71.051 per 1 juta penduduk. Jauh dibandingkan negara lain yang mencapai ratusan ribu per 1 juta penduduk. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus harian Covid-19 kembali mencatatkan rekor. Hari ini kasus positif tercatat bertambah sebanyak 34.379 pasien dalam sehari.

Tingginya kasus di Indonesia membuat stok alat kesehatan semakin menipis sehingga membutuhkan bantuan dari negara lain. Oleh karenanya, impor alat kesehatan masih terus dilakukan terutama untuk test kit Covid-19 hingga masker.

Dari catatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, ada 10 negara utama yang melakukan impor alat kesehatan ke RI. Diantaranya yang paling dominan adalah China.


Impor ini paling banyak berasal dari China atau sebesar 26,65% dari total impor seluruh alkes ke Indonesia pada periode 3 Mei hingga 3 Juli 2021.

"Banyak dari China," ujar Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syarif Hidayat kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Adapun alat kesehatan yang diimpor adalah PCR Test, Rapid Test, ventilator, hand sanitizer, masker, alat pemindai, termometer hingga alat peli dung diri (APD).

"Test kit mendominasi jumlah impor alat kesehatan untuk penanganan covid yang mendapatkan fasilitas pembebasan. Besarannya mencapai 61,11% dari keseluruhan impor alat kesehatan untuk penanganan covid," jelasnya.

Berikut daftar 10 negara terbesar yang melakukan impor ke RI:
1. China US$ 8,67 juta (26,65%)
2. Jepang US$ 6,36 juta (19,56%)
3. Korea Selatan US$ 6,34 juta (19,48%)
4. Jerman US$ 4,44 juta (13,64%)
5. Singapura US$ 4,07 juta (12,52%)
6. Taiwan US$ 770,7 ribu (2,37%)
7. Bangladesh US$ 600 ribu (1,84%)
8. Italia US$ 347,3 ribu (1,07%)
9. Belanda US$ 249,2 ribu (0,77%)
10. Amerika Serikat US$ 228,8 ribu (0,70%).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Kebanjiran Impor Alkes China Saat Ledakan Covid-19


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading